Pages

12/30/2010

INDONESIA BERSATU

Ajang piala AFF bukan hanya sekedar sebuah perhelatan kompetisi sepakbola biasa, terbukti dari Ajang ini banyak sekali manfaat setelahnya. Salah satunya adalah PKL (Pedagang Kakai Lima) yang diuntungkan dengan banyaknya masyarakat yang memburu t-shirt dan aksesoris Timnas. Ini adalah pemandangan terindah di akhir tahun ini, biasanya tiap hari layar televisi kita dipenuhi dengan berita-berita bencana, kriminalitas, korupsi, gosip-gosip selebrity, penggusuran dll. Namun sejak AFF Suzuki digelar hampir seluruh perhatian rakyat Indonesia tertuju pada ajang ini. Seluruh media baik elektronik maupun media cetak berlomba-lomba untuk menjadikan Timnas di Headline News mereka, tak layak hal ini menjadikan euforia tersendiri bagi rakyat Indonesia. Bukan hanya media cetak dan Pedagang Kaki Lima saja yang mendapatkan berkah dari digelarnya AFF Suzuki, namun hal ini juga dimanfaatkan oleh sebagian elite politik kita untuk mendongkrak popularitasnya. 
Semua itu adalah sebuah berkah yang sangat luar biasa, Namun ada satu hal yang sangat membanggakan baik itu disadari ataupun tidak disadari hampir dari 95.000 penonton yang memenuhi GBK pada final AFF membaur menjadi satu tanpa menghiraukan dari mana, suku apa ataupun dari pendukung tim mana (ISL), semuanya larut menjadi satu....INDONESIA.....
Jayalah Sepakbolaku....Jayalah Timnasku....Jayalah INDONESIAKU....

Lepas

Banyak sekali cara mengungkapkan apa yang ada di dalam benak kita, salah satunya dengan melakukan apa yang kita inginkan. Masing-masing orang memiliki kebiasaan dan selera yang berbeda-beda, ada banyak sekali tingkah pola yang dilakukan hanya untuk sekedar mengungkapkan apa  yang sedang mereka rasakan. Hal ini membuat setiap orang memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Ada sebagian orang yang menganggap apa yang mereka rasakan adalah sesuatu yang luar biasa, namun bagi sebagian yang lainnya menganggap hal itu adalah sesuatu yang biasa-biasa  saja bahkan ada juga dari sebagian mereka adalah sesuatu yang tidak ada gunanya.
Ada beberapa yang terkadang dilakukan oleh beberapa orang dalam mengutarakan atau mengungkapkan rasa, resah, gelisah dan apa yang sedang di alaminya. Sebut saja contoh yang paling mudah dan yang sangat dekat dengan kejadian-kejadian di sekitar kita. Anda pernah merasakan patah hati???tentunya tidak semua orang bisa merasakannya mungkin hanya ada 10% orang yang belum merasakannya, bahkan 65% daro jumlah orang gila atau orang bunuh diri disebabkan oleh hal yang satu ini...hehehehe...bagi orang yang pernah mengenal dunia teater atau sejenisnya tentu mengetahui beberapa cara untuk melepaskan apa yang ingin kita lepaskan...(Pelepasan peran, Peleepasan Beban dll). Ekspresikan diri anda dan lakukan apa yang ingin anda lakukan....

Kaos Oblong: TIMNAS GARUDAKU....

TIMNAS GARUDA

TIMNAS GARUDAKU....

Garuda di Dadaku...berulang-ulang kata-kata itu terngiang ditelingaku, tak elak hatikupun berdegup kencang seakan-akan kata-kata itu menghentak-hentak di Dadaku. Inilah jiwa Nasionalisme yang aku punya, Kalah tak berarti kalah...bagiku kau tetap Pahlawanku....aku bangga padamu, usaha kerasmu, semangat pantang menyerahmu dan ketulusan jiwamu...Terbanglah yang tinggi GARUDAKU ku titipkan Negeri ini di sayapmu, kuserahkan Moral Negeri ini di Dadamu...FORZA TIMNAS....
Perjuangan Belum Berakhir....AFF hanyalah awal agar kita selalu belajar dan terus belajar dari apa yang telah terjadi...

GO INDONESIA...

*** GO INDONESIA ***


PRE ORDER DESEMBER

Price : Rp. 75.000

____________________________________________

Kode : GI01
Jahit : Rantai
Sablon : Rubber
Warna : Red
_____________________________________________

ORDER NOW !! :
rudy_zabreak@yahoo.com

KIRIM MESSAGE

Kode Barang :
Nama :
Alamat lengkap :
Email :
No HP :
Size :
Jumlah :

ke Inbox atau ke : 0857 5506 5851
_______________________________________________________

CP : 0857 5506 5851 (sms only)
YM : rudy_zabreak@yahoo.com

12/08/2010

Maju

Memulai sesuatu dari awal memanglah sulit, adanya tekanan dan permasalahan yang seakan-akan semakin memberatkan beban kita. Tapi dengan keyakinan yang tinggi dan semangat pantang menyerah pasti kita akan menemukan sesuatu didalamnya..

12/02/2010

Pernapasan

Dalam Dunia keaktoran ada beberapa ilmu yang harus dikuasai oleh seorang aktor, salah satunya adalah olah vokal dan pernapasan...
Pernafasan DiafragmaOtot-otot akan berkembang dan menegang ketika kita menghisap nafas, hanya bagian inilah yang tegang. Kemudian otot-otot samping bagian punggung pun ikut pula mengembang lalu mengempis saat nafas dihembuskan kembali.Posisi diaphragma adalah diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan melalui diaphragma inilah yang dirasakan paling menguntukan dalam berolah vocal, sebab tidak mengakibatkan ketegangan pada peralatan pernafasandan peralatan suara dan juga mempunyai cukup daya untuk pembentukan volume suara. Keuntungan lain yang diperoleh adalah pada saat ita menahan nafas otot-otot diaphragma tersebut tegang, ketegangan otot ini justru melindungi bagian lemah badan kita yakni ulu hati.Pernafasan ini sangat baik dalam usaha menghimpun “tanaga dalam” yang mengolah vibrasi, karena pernafasan diaphragma akan memudahkan kita dalam mengendalikan dan mengatur penggunaan pernapasan. Berlatih pernapasan banyak ragam dan caranya. Latihan pernafasan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari cabang-cabang beladiri seperti pencak silat, karate, atau berenang sekalipun. Namun ada beberapa catatan penting yang harus dilakukan untuk tujuan pernafasan dalam pemeranan (acting), yaitu:
Latihan 1.-Berbaring rata di lantai dan bernapaslah pada posisi tersebut, rasakan tubuh betul-betul rileks.-Berbaring dilantai, rasakan daya beratnya, pusatkan pikiran kea rah telapak kaki kita, ke ujung-ujung jari, rasakan seluruh pergelangan kaki terlepas. Bayangkan seluruh nadi terisi udara, engsel-engsel lututpun terisi udara biarkanlah tulang paha kita rileks sehingga daging dan otot-otot menjadi satu dengan tulang-tulang. Bayangkan sendi-sendi pinggang dan tuang paha berisi udara sehingga seluruh tubuh tidak lagi memberatkan kaki. Biarkan otot punggung dan perut kita meleleh seperti air, biarkan punggung rileks dan tidak usah memaksakan tulang punggung menjadi rata, biarkan otot-otot seluruh tubuh dan kepala sampai rahang disamping telinga kita rileks hingga gigi kita tidak terkunci juga lidah tidaklah lengket pada bagian atas mulut, rahang menjadi seperti jatuh demikian juga dengan lidah yang tidak saling menyentuh. Biarkan wajah kita terasa berat pada tulang tulang wajah, biarkan pipi, bibir, pelupuk mata seluruhnya rileks. -Rasakan tubuh kita di lantai melorot rileks tariklah nafas secara penuh untuk merasakan sensasi-sensasi yang terjadi pada tubuh kita saat di lantai akibat pernapasan yang alami itu. Ulangi itu terus menerus dengan intens.
Latihan 2-Waspadai bahwa ditengah kediaman tubuh kita yang rileks itu akan tidak terelakan sebuah kondisi yang mudah untuk jatuh apabila nafas keluar dan masuk dari tubuh, rileks bukan berarti tidak ada control terhadap tubuh namun control sering kali membuat kita justru menjadi tegang, jadi pernafasan yang berlangsung alami adalah citra dari rileks itu sendiri.- Tariklah nafas secara mendalam tanpa paksaan, simpanlah tangan di pundak untuk merasakan dorongan nafas pada diaphragma.- Pada saat udara masuk ke dalam tubuh dan terhisap oleh mulut atau hidung, masuk ke pusat dan keluar kembali, senantiasa merasakan kehangatan udara di dalam tubuh dan dinginnya udara yang kita hisap tersebut.-Pada saat merasakan udara yang masuk kedalam tubuh ksenantiasa melakukan penghayatan pada udara tersebut, rasakan rasa lega yang mendalam di dalam tubuh lalu hayatilah udara turun keperut dengan emosi yang selalu terjaga (konsentrasi).-Ulangi dorongan kausalitas tersebut dengan latihan yang intensif, emosi terjaga, selalu merasakan bahwa saat latihan kita adalah bagian alam semesta ini.-Hal yang paling penting adalah menghindari ketegangan-ketegangan, biarkan seluruhnya bergerak secara alami dan teratur
1.Olah VokalVokal (Suara) dan Spech (ucapan) amatlah penting di dalam sebuah pementasan sebuah drama, menurut MAURIZE ZOLOTOV merupakan bagian dari isyarat ataupun symbol, menurutnya ada kalimat Emosional untuk menyatakan perasaan dan ada pula kata-kata yang dapat digunakan sebagai senjata mencapai kekuatan. Menurut Henning Nelms tentang Spech ada lima :1.Menyalurkan kata-kata Drama kepada penonton.2. Memberi arti-arti khusus pada kata-kata tertentu melalui odulasi suara.3.Memuat informasi tentang sifat dan perasaaan – pemeranan missal : Tentang umur, kedudukan social, jabatan, kegembiraan, putus asa, kemarahan.4.Mengendalikan perasaan penonton.5. Melengkapi variasi.
Tahap PertamaPada tahap pertama pada latihan olah vokal , hisap lah udara sebanyak-banyaknya lalu tahan, kemudian hembuskan sambil mengeluarkan suara. Ini dilakukan berulang-berulang.
Tahap Kedua.Hisap udara melalui melalui dada salurkan ke Rongga dada hisap udara melalui perut, lalu tahan salurkan ke rongga Dada, keluarkan melalui mulut. Sebaliknya dapat dilakukan dengan sebaliknya, apabila tahap sudah dapat dilakukan bisa dilakukan dengan memainkan variasi pernapasan.
Tahap ketigaPada tahap ini lakukan laatihan dengan menahan napas sambil berjalan, berlari ini dilakukan berulang kali.
Tahap keempat.Bernapas di dalam air, dengan menahan beberapa saat lalu di hembuskan dengan melalui teriakan.Latihan Olah Vokal melalui latihan Spech (ucapan)1.Diksi
Ucapan, lafal, menentukan suara yang harus dipergunakan. Diksi, lagu (gaya) berata, memberi kualitas kejelasan suara dari sebuah kata yang diucapkan. Latih aga dapat membedakan dengan jelas membedakan antara huruf-huruf p dengan b, t dengan d, k dengan g.
Ulang-ulangilah latihan ini. Akan sangat efektif bila dilakukan secara rutin tiap pagi atau sore. Tidak usah lama. Cukup barang sepuluh atau lima belas menit saja.Coba pula pada huruf-huruf yang lain dengan cara yang sama, hingga semua dapat jelas terbedakan. Gerakan bibir merupakan sesuatu yang amat penting bagi pengucapan yang jelas.Untuk memperoleh hal itu maka gerazkan bibir sebanyak mungkin. Aktifkan gerakan bibir.2.TekananTekanan dicapai dengan kontras. Suatu kata dapat diberi tekanan dengan mengubah tempo dan volumenya. Tempo sangatlah penting artinya. Tempo yang terlalu cepat hanya memberi kesan suara ribut. Saja.Kehilangan kandungan makna yang akan disampaikan Kebiasaan bicara cepat itu bisa dihilangkan dengan berlatih membiasakan ucapan-ucapan lambat. Mula – mula mengucapkan serentetan kata atau atau kalimat hanya dengan gerakan bibir saja, lambat tanpa bersuara. Sesudah itu dengan bersuara. Demikian berulang-ulang dilakukan. Kata dapat diberi tekanan dengan merendahkan volume. Misalnya mengucapkan kata dengan lemah dalam saaatu kalimat yang nyaring. Belajarlah memberi tekanan pada suatu kata dengan memberi sedikit jeda sebelum dan sesudahnya.Perubahan dalam pikiran dapat diperlihatkan dengan jeda atau dengan perubahan tiba-tia pada nada serta volumenya.3.Bentuk UcapanSuatu ucapan Panjang atau pendek umumnya membangun klimaks, maka dari permulaan dibangunlah : (1) volume, (2) intensitas emosi, (3) variasi, (4) jarak, kecepatan.Membangun satu unsure dari keempat unsure di atas secara teknis amatlah sulit. Biasanya baik membangun dengan satu unsure, lalu beralih pada yang lain, atau membangun dalam dua atau tiga unsure sekaligus.4.MemuncakBila dua pemain atau lebih harus bersama-sama membangun satu reka-rekaan yang disebut topping, memuncak, dipergunakan, maka tiap pemain berkata pada saatu titik tinggi dalam volume, jarak, dan sebagainya dari kata terakhir pemain sebelumnya. Ini mungkin efektif. Tapi menuntut latihan, sebab pembangunan cenderung untuk meninggi begitu cepat hingga ucapan ketiga. Maka satu penanjakan agi sudah tidak mungkin.

11/19/2010

Jayalah Negeriku

sambil tidur-tiduran nyambi facebook-an, mau nyalain winamp tapi kayaknya udah bosen denger musik yang suaranya udah dibalut dengan formasi digital full. Jadi pengen denger musik dari radio jadulz peninggalan kakek nech...srek...srek...srek...."Tongkat kayu dan batu jadi tanaman"...wah mantabz tu lagu da lama banget kagak dengerin...
angan-anganku melayang tinggi dan membumbung tinggi ke angkasa, syair lagu era 80-an yang dibawakan oleh Koes Plus cs membuatku tersadar, betapa kayanya negeri ini. Negeri yang sangat majemuk dan komplek sekali, orang-orangnya sangat sopan dan ramah ditambah dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. Tak salah jika dulu menir-menir belanda sangat bernafsu untuk memiliki negeri ini. Begitu indahnya negeri ini, dengan segala keaneka ragamannya..begitu mempesona dengan tradisi kebudayaannya...sangat menakjubkan dengan hijau alamnya...Jayalah negeriku, Jayalah Bangsaku, makmurlah rakyatku...

Bersyukur

Alangkah indahnya jika selalu berpikiran positive dan selalu mensyukuri apa yang ada. Tak ada sebuah kebahagiaan kecuali ketenangan jiwa, meski hidup serba kekurangan, bahkan pas-pasan namun dengan ketenangan jiwa kita dapat melalui segala sesuatunya dengan rasa syukur yang besar.
Bagaimanapun juga kita adalah manusia yang telah diberikan anugerah yang luar biasa, bahkan ketika dilahirkan kita tidak membawa apa-apa hanya suara tangisan yang kita bawa.Berbahagialah anda yang masih bisa merasakan nikmatnya udara yang kita hirup dan masuk kerongga-rongga hidung lalu masuk kedalam tubuh kita, sungguh proses yang luar biasa dan tak pernah terbayangkan bahwa Allah telah memberikan anugerah yang sangat luar biasa pada kita semua. Maka Syukurilah apa yang telah diberikan Allah pada kita semua dengan memanfaatkan indera dan segala apa yang ada pada diri kita dengan sesuatu yang postive dan bermanfaat bagi orang lain, alam dan khususnya bagi diri kita sendiri...
Rudy Breakz
18 Nov 2010

Jenis kritik sastra

kritik sastra ada bermacam-macam, yang digolongkan menurut jenis bentukya, pelaksanaannya, atau praktik kritik, dan menurut dasar pendekatan kritik sastra terhadap karya sastra.
1. Menurut jenis bentuk kritik;
a. Kritik teori (theoretical Criticsm)
Ialah kritik yang berusaha untuk menetapkan atas dasar prinsip umum, seperangkat istilah yang tali temali, pembedaan-pembedaan, dan kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan dan interpretasi karya sastra taupun penerapan criteria (standard an norma) yang dengan itu karya dan pengarangnya dinilai.
b. Praktik kritik atau kritik terapan (practical criticsm) atau applied criticsm
Merupakan diskusi karya sastra tertentu dan penulisnya. Kritik praktik penerapan teori kritik yang dapat dinyatakan secara eksplisit atau implicit berdasarkan keperluannya. Misalnya, kepustakaan jawi karya poerbatjaraka, dll.
2. Menurut pelaksanaan;
Oleh Abrams, digolongkan menjadi kritik judicial dan kritik impresionistik.
Kritik judicial yaitu kritik yang mempertimbangkan, kritik yang berusaha menganalisa dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya,organisasi, teknik, dan gayanya, dan mendasarkan pertimbangan –pertimbangan individual kritikus atas dasar standar-standar umum tentang kehebatan atau keluarbiasaan sastra.
Kritik impresionistik berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam karya sastra , dan mengekspresikan tanggapan –tanggapan (impresi) kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Menurut T.S Elliot disebut kritik estetik, , kritikus menunjukkan kesan-kesannya terhdap seaut obyek, memberikan tafasirannya untuk mengagumkan pembaca, untuk menimbulkan kesan indah pembaca. Kritik ini menyerupai buku popular, dimana cerita, dan drama atau novel diceritakan kembali, motif pelakunya ditunjukkan, kritik ini hanya mempermudah orang yang baru belajar membaca karya sastra, menuru Elliot.
Menurut W.H. Hudson, menggolongkan menjadi kritik induktif dan kritik judicial.
Kritik induktif ialah kritik yang menguraikan bagian-bagian sastra berdasarkan fenomena yang ada secara obyektif.
Hudson menunjukkan ada 3 perbedaan pokok antara kedua macam kritik itu, pertama, kritik judicial mengakui adanya perbedaan tingkat anatar karya-karya sastra yang disebabkan susunan normanya berbeda, sedangkan induktif tak mengakui perbedaan tingkat antara karya-karya sastra yang ada perbedaan jenis. Kedua, judicial mengkaui adanya hokum sastra yang diletakkan diluar dirinya dari beklum ada sebelumnya. Hokum tersebut mengikat sastrawan dalam menciptakan karya sastra sedng induktif tak mengakui hokum yang dibuat manusia untuk menghakimi karya sastra. Hukum atau norma sastra seperti itu sama halnya dengan hokum alam sudah ada pada karya sastra, ketiga, kritik judicial bersandar pada standar yang tetap, sedang induktif menggunakan obyektifitas yang tidak menggunakan standar yang berasal dari luar dirinya.
3. Menurut pendekatannya terhadap karya sastra kritik sastra;
Ada empat tipe, apakah dalam menerangkan dan menimbang karya sastra kritik menghubungkannya dengan dunia luar, dengan pembaca, dengan pengarang ataupun karya sastra yang berdiri sendiri utuh.
a. Kritik mimetik, memandang karya sastra sebagai tiruan, pencerminan atau penggambaran dunia luar dan kehidupan manusia dan criteria utamanya ialah kebenaran penggambarannya terhadap obyek atua yang hendak digambarkan.
b. Kritik pragmatic, memandang karya sastra sebagai sesuatu yang disusun untuk mencapai efek tertentu pada pembaca, yang menimbang tingkat keberhasilannya dalam mencapai tujuannya. Efek estetik, pendidikan, moral, dsb.
c. Kritik ekspresif, menghubungkan karya dengan pengarang
d. Kritik obyektif

(Oleh : A.Maghfur)

Yukz Bermimpi..

Pada awalnya tak pernah terbayangkan bahwa manusia bisa pergi ke bulan, hal tersebut adalah sebuah mimpi yang tak akan pernah terwujud dan hanya menjadi dongeng pengantar tidur. Namun mimpi itu menjadi kenyataan setelah mimpi itu benar-benar terwujud. Ingat semua berawal dari mimpi dan keyakinan. Jika anda berniat memulai sebuah usaha, maka yakinlah dengan usaha yang anda lakukan. Hanya mereka yang yakin dan berani bermimpilah yang mampu melakukan terobosan-terobosan baru guna menyukseskan usaha yang mereka lakukan...so Jangan Takut Untuk Bemimpi....

11/18/2010

Pojok Motivasi alias Motivasi Corner

Orang yang sukses adalah orang yang berani dan memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan. (Michael Breakz)

Keberanian dalam mengambil keputusan adalah ciri-ciri orang yang berpikiran kedepan. (Joe Breakz)

Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan. (Robert F.Kennedy)

Setiap Pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar, Mereka berimajinasi
tentang masa depa mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap
menuju visi jauh kedepan yang menjadi tujuan mereka. (Brian Tracy)

Percayalah pada keajaiban tapi jangan tergantung padanya (H.Jackson Brown.Jr)

Bersyukur

Apapun yang kita alami, baik atau buruknya sesuatu yang menimpa kita, sukses atau gagalnya usaha yang kita, seharusnya kita harus bisa selalu mensyukuri hal tersebut. Karena hanya dengan Bersyukur kita dapat menerima dengan apa yang menimpa kita, bukannya dengan mengeluh dan selalu menggerutu dengan apa yang menimpa kita. Dengan begitu tak ayalnya Anda sudah mengkerdilkan diri anda secara perlahan-lahan. Mensyukuri apa saja yang ada dan apa saja yang menimpa kita adalah sebuah sikap yang sangat bijak dimana kita menempatkan diri kita pada tempatnya..dengan menerima dan selalu terus mau berusaha dan menerima hasil usaha kita dengan lapang dada.. tak ada kata putus asa apa lagi berkeluh kesah...

Berakit-rakit kehulu berenang-renang kemudian

Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian, pepatah ini sangat sederhana sekali ya meskipun diplesetkan atau diremehkan oleh sebagian orang. Dari pepatah ini kita dapat mengartikan " Bekerja keraslah atau berusahalah dan nantinya kamu akan mendapatkan kesenangan kemudian".
Sebenarnya pepatah ini bukanlah sekedar kata-kata atau petuah yang sederhana, pepatah ini adalah sebuah gambaran siklus hidup seorang manusia dimana jika mereka memang benar-benar bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya. Tak ada sesuatu yang sulit bagi mereka yang mau berusaha dalam menggapainya, seperti ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Awalnya kita tak dapat menulis apalagi membaca, namun dengan proses belajar dengan giat dan terus berusaha secara tidak kita sadari kita sedikit demi sedikit telah bisa membaca dan menulis.
Bagaimana dengan sebuah usaha keras dan terus menerus pasti kita akan mendapatkan sesuatu yang telah kita impikan dan kita idam-idamkan...ada sebuah Mahfudzhot (Kata-Kata Mutiara Orang Arab) " Man Jadda Wa Jadda " yang artinya : Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan Mendapatkannya...
Mari bekerja keras dan jangan berhenti dalam berusaha...GO!!!!

Sampah

Ngomong-ngomong tentang sampah nech sob…lu pastinya da ngga asing lagi ama yang satu ini, cukup dengan melihat tampilannya dari kejauhan lu pastinya juga udah tau..itu baru dari tampilannya sob. Beda lagi kalo lu udah mencium aromanya, pasti lu gak bakalan dah kuat berdampingan lama-lama ama dia, gw jamin nggak sampai 1 menit aja lu pasti da lari terbirit-birit hanya karena aromanya yang menyengat dan ngga ada enak-enaknya…emang minyak wangi???hehehe…coba kalo aromanya kayak aroma Nuna Maya pastinya lu udah pada berebut buat ngedeketin die ya meskipun hanya untuk sekedar berpapasan ma die aje…wkwkwk..malang sekali nasib lu ya mpah…( mbil geleng2in kepala).
Benar tu kata pepatah “ Habis Manfaat Sampah dibuang”…wah-wah emang tu manusia udah pada gila…
Coba aja kalo ngga ada lu, mereka pasti bingung nyari2 lu mpe dibela-belain berebut n ngantri berjam-jam hanya untuk dapetin elu…cumin terkadang mreka kagak sadar n banyak lupa ama elu dan pastinya ntar ujung-unjungnya lu dicampakin juga ma mereka…beda ama mereka yang tiap harinya ngegantungin hidupnya ama elu…sampah : emang ada orang yang mau ngegantungin hidupnya ke gw? Ya ada lah..kayak mang kuning dkk ntuch…emang sech kerjaannya ngga begitu keren apa lagi buat anak-anak muda jaman sekarang…tapi w salut ama mang kuning pah..dia mau mungutin elu ketika lu kagak pada tempat elu, n tiap page hanya demi buat elu die bela-belain bangun page-page lho…so sweety..so elu kagak usah khawatir ya, biar aja sebagian orang ngebenci elu tapi setidaknya ada segelintir orang yang masih peduli ama elu, w juga tau lo dalam hati elu kagak pengen di perlakuin kayak gitu tapi elu harus sadar n sabar bahwasannya udah jadi sifat dasar manusia lo emang mereka terkadang sering lupa dan emang sebagian sengaja ngelupain n nyuekin elu..lu yang sabar yach….
Semoga mang kuning tetep setia ama elu n kawan-kawanya juga masih peduli untuk ngebikin elu menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi, karena semua yang ada dibumi ini di bikin ama Tuhan pasti ada manfaat dan hikmahnya bagi hambanya, kalo emang hambanya atau dalam kurung (MANUSIA) udah lupa ma tugas-tugasnya di Dunia ini biar Tuhan yang ngasih pelajaran buat mereka, biar mereka yang ngecibir elu jadi kayak elu….wkwkwkw…..semoga dari dialog gila ini dapat membuat kita berpikir dan dapat mengambil sebagian dari kegilaan ini…
Rudyzabreak
18 Nov 10

Mengenali diri sendiri

Bersamaan dengan berkembangnya Teknologi Informasi dan semakin mudahnya kita dalam mendapatkan segala informasi yang kita inginkan, tentu juga semakin membuat kita jarang sekali memanfaatkan apa yang ada dalam diri kita. Banyak sekali diantara kita hanya ingin sesuatu yang mudah dan instan, kecenderungan seperti ini yang kini melanda sebagian masyarakat Indonesia. Beberapa diantaranya dapat sukses dan berhasil menggapai impian dan cita-citanya, tentunya dengan dukungan materi yang berlebihan. Tidak jarang juga sebagian dari mereka mengalami kegagalan dan jatuh ke jurang yang lebih dalam hanya karena mereka tidak memperhatikan beberapa factor yang memang tidak dapat kita dapatkan secara instan dan siap saji.
Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki dukungan materi yang berlebihan harus bekerja keras dan memutar otak mereka agar dapat meraih apa yang di inginkan. Semua itu adalah usaha untuk bertahan hidup di era globalisasi yang kata orang “Zaman Edan” seng ora edan ora keduman ( yang tidak gila tidak kebagian). Kata-kata tersebut mengingatkan kita bahwa sangat keras dan kejamnya dunia ini. Sehingga diantara mereka yang tidak memiliki dukungan materi yang cukup itu hampir hanya ada 0,1% yang mampu bertahan, sedangkan sisanya terpuruk dalam kebingungan dan keputus asaan. Tak heran jika sering sekali terjadi kasus bunuh diri hanya karena himpitan ekonomi.
Sudahlah kita lupakan sejenak kejadian yang membuat kita jadi ragu dan takut untuk melangkah kedepan. Sekarang kita mulai dengan berpikir positive, karena dengan begitu kita dapat termotivasi dan bisa berpikir lebih jernih dan berani untuk melangkah kedepan.

Memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita

Banyak sekali sesuatu yang sangat bermanfaat yang ada di sekitar kita, namun terkadang kita kurang memperhatikan apa-apa yang bermanfaat tersebut. Ada beberapa sesuatu yang jika kita manfaatkan dan kita olah dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mari kita ambil contoh dari sesuatu yang paling kotor dan kurang bermanfaat menurut kita. Dalam kasus ini kita mulai dari hal yang paling dekat dengan kita, kita ambil contohnya yaitu Sampah. Setiap hari kita menghasilkan sampah, baik sampah organic atau non organic, Dari sampah organic dan non organic tersebut kita dapat memisahkannya menjadi dua, yaitu sampah kering dan sampah basah.
Idenya sangat sederhana, yaitu memisahkan sampah yang kering dan yang basah. Sekarang kita siapkan dua tempat sampah yang kita pakai untuk memisahkan kedua sampah tersebut. Untuk membuat sesuatu yang kurang menarik menjadi menarik tentunya kita membutuhkan sebuah polesan dikit di kedua tempat sampah yang kita bikin, dan sedikit pesan-pesan berupa kata-kata yang memotivasi dan bisa diterima orang-orang di sekitar anda.
Semoga dengan ide yang sederhana ini kita dapat memanfaatkan sesuatu yang kurang bermanfaat menjadi sesuatu yang memiliki harga ekonomi dan bermanfaat, tentunya bagi diri kita dan alam sekitar kita..Go Green…
Rudybreakz
18 Nov 2010

No Mengeluh!!!

Sering sekali kita bertanya-tanya bagaimana untuk bisa menjadikan diri kita brsemangat dan memiliki tekad yang kuat dalam melakukan segala sesuatu. Bahasa kere-nnya Motivasi, bukankah aneh jika kita mencoba berpikir dan mencoba untuk memutar kembali apa yang telah kita lakukan???sering sekali saya jumpai di beberapa forum-forum social yang sekarang lagi meledak dan sangat di gandrungi oleh hampir 70% Masyarakat Indonesia mulai dari yang mudah sampai yang tua pun ikut berpartisapasi. Bahkan masih membekas sebuah berita tentang cerita beberapa pejabat Negara kita yang sengaja menjadikan forum tersebut sebagai media untuk berkampanye bahkan tidak sedikit dari mereka yang sampai lupa tugas-tugasnya bahkan sampai lupa bahwa mereka seorang public figure yang menjadi panutan bagi rakyatnya. Jangan kaget jika anda secara tidak sengaja masuk di kantor-kantor pemerintahan atau sejenisnya, pastinya bagi anda yang belum terbiasa dan baru kali itu masuk akan terperangah dengan pemandangan yang tidak seharusnya anda saksikan di sebuah kantor instansi yang semestinya menjadi tempat dimana para wakil rakyat menyampaikan aspirasi rakyat sebagai penyambung lidah rakyat, bukannya hanya mencari kesenangan mereka sendiri dengan mengorbankan kepentingan rakyatnya...Fuck Update Status Lebay!

Tidak ada Alasan

Sering kita menghindar dari sesuatu yang kita anggap menakutkan, mengerikan, membebani, menyakitkan dan membosankan. Ketika kita tidak pernah memberanikan diri untuk melangkah dan mencoba pastinya kita tiak akan bisa keluar dari bayang-bayang ketakutan-ketakutan yang akan kita hadapi. Kita sering dihinggapi dengan perasaan was-was ragu-ragu dan yang lainnya sehingga membuat kita semakin takut dan tak mau mencoba. Sampai kapanpun kita akan berada ditempat tersebut dan tak akan pernah maju karena kita takut untuk melangkah atau mencoba untuk lepas dari semua jeratan permasalahan yang kita hadapi. Sebenarnya tak ada alasan untuk mencoba atau melangkah, jika kita berani dan mau untuk menerima resiko yang ada. Terkadang bayangan dan imajinasi kita terlalu berlebihan dan tak seperti apa yang dibayangkan...itu kenapa sekarang banyak diantara kita menjadi pribadi yang super lebay, lemah dan terkesan banyak mengeluh daripada bekerja...tak ada masalah yang tak ada solusi...selama kita mau mencoba dan berani menghadapi apa yang tengah mendera kita, tentunya nantinya kita dapat melewatinya dengan atau tanpa keberhasilan....so Tak Ada Alasan untuk lari apalagi pasrah sebelum kau mencobanya..

MEDITASI

Secara umum arti meditasi adalah mencoba untuk menenangkan pikiran. Dalam teater dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk menenangkan dan mengosongkan pikiran dengan tujuan untuk memperoleh kestabilan diri.
Tujuan Meditasi:
Mengosongkan pikiran.
Kita mencoba mengosongkan pikiran kita, dengan jalan membuang segala sesuatu yang ada dalam pikiran kita, tentang berbagai masalah baik itu masalah keluarga, sekolah, pribadi dan sebagainya. Kita singkirkan semua itu dari otak kita agar pikiran kita bebas dari segala beban dan ikatan.
Meditasi sebagai jembatan.
Disini alam latihan kita sebut sebagai alam "semu", karena segala sesuatu yang kita kerjakan dalam latihan adalah semu, tidak pernah kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi setiap gerak kita akan berbeda dengan kelakuan kita sehari-hari. Untuk itulah kita memerlukan suatu jembatan yang akan membawa kita dari alam kehidupan kita sehari-hari ke alam latihan.
Cara meditasi:
Posisi tubuh tidak terikat, dalam arti tidak dipaksakan. Tetapi yang biasa dilakukan adalah dengan duduk bersila, badan usahakan tegak. Cara ini dimaksudkan untuk memberi bidang/ruangan pada rongga tubuh sebelah dalam.
Atur pernapasan dengan baik, hirup udara pelan-pelan dan keluarkan juga dengan perlahan. Rasakan seluruh gerak peredaran udara yang masuk dan keluar dalam tubuh kita.
Kosongkan pikiran kita, kemudian rasakan suasana yang ada disekeliling kita dengan segala perasaan. Kita akan merasakan suasana yang hening, tenang, bisu, diam tak bergerak. Kita menyuruh syaraf kita untuk lelap, kemudian kita siap untuk berkonsentrasi.
Catatan:
Pada suatu saat mungkin kita kehilangan rangsangan untuk berlatih, seolah-olah timbul kelesuan dalam setiap gerak dan ucapan. Hal ini sering terjadi akibat diri terlalu lelah atau terlalu banyak pikiran. Jika hal ini tidak diatasi dan kita paksakan untuk berlatih, maka akan sia-sia belaka. Cara untuk mengatasi adalah dengan MEDITASI. Meditasi juga perlu dilakukan bila kita akan bermain di panggung, agar kita dapat mengkonsentrasikan diri kita dengan peran yang hendak kita bawakan.

Komposisi atau Blocking

Yang dimaksud dengan blocking adalah kedudukan aktor pada saat di atas pentas. Dalam permainan drama, blocking yang baik sangat diperlukan, oleh karena itu pada waktu bermain kita harus selalu mengontrol tubuh kita agar tidak merusak blocking. Blocking tersebut harus seimbang, utuh, bervariasi dan memiliki titik pusat perhatian serta wajar.Jelas, tidak ragu ragu, meyakinkan. Kesemuanya itu mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah setengah dan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting
Bocking harus dimengerti (wajar). Apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb.
Blocking harus memiliki motivasi yang jelas berarti gerak-gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah.
Seimbang
Seimbang berarti kedudukan pemain, termasuk juga benda-benda yang ada diatas panggung (setting) tidak mengelompok di satu tempat, sehingga mengakibatkan adanya kesan berat sebelah. Jadi semua bagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung. Penjelasan lebih lanjut mengenai keseimbangan panggung ini akan disampaikan pada bagian mengenai "Komposisi Pentas".
Utuh
Utuh berarti blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Semua penempatan dan gerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi.
Bervariasi
Bervariasi artinya bahwa kedudukan pemain tidak disuatu tempat saja, melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak jenuh. Keadaan seorang pemain jangan sama dengan kedudukan pemain lainnya. Misalnya sama-sama berdiri, sama-sama jongkok, menghadap ke arah yang sama, dsb. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah.
Memiliki titik pusat
Memiliki titik pusat artinya setiap penampilan harus memiliki titik pusat perhatian. Hal ini penting artinya untuk memperkuat peranan lakon dan mempermudah penonton untuk melihat dimana sebenarnya titik pusat dari adegan yang sedang berlangsung. Antara pemain juga jangan saling mengacau sehingga akan mengaburkan dimana sebenarnya letak titik perhatian.
Wajar
Wajar artinya setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar, tidak dibuat-buat. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan.
Dalam drama kontemporer kadang-kadang naskah tidak menuntut blocking yang sempurna, bahkan kadang-kadang juga sutradara atau naskah itu sendiri sama sekali meninggalkan prinsip-prinsip blocking. Ada juga naskah yang menuntut adanya gerak-gerak yang seragam diantara para pemainnya.

Terbentuknya Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal:

a) Faktor internal, meliputi:
1. Konsep diri. Terbentuknya keperayaan diri pada seseorang diawali dengan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulan suatu kelompok.
Menurut Centi (1995), konsep diri merupakan gagasan tentang dirinya sendiri. Seseorang yang mempunyai rasa rendah diri biasanya mempunyai konsep diri negatif, sebaliknya orang yang mempunyai rasa percaya diri akan memiliki konsep diri positif.
2. Harga diri. Meadow (dalam Kusuma, 2005 ) Harga diri yaitu penilaian yang dilakukan terhadap diri sendiri. Orang yang memiliki harga diri tinggi akan menilai pribadi secara rasional dan benar bagi dirinya serta mudah mengadakan hubungan dengan individu lain.
Orang yang mempunyai harga diri tinggi cenderung melihat dirinya sebagai individu yang berhasil percaya bahwa usahanya mudah menerima orang lain sebagaimana menerima dirinya sendiri. Akan tetapi orang yang mempuyai harga diri rendah bersifat tergantung, kurang percaya diri dan biasanya terbentur pada kesulitan sosial serta pesimis dalam pergaulan.
3. Kondisi fisik. Perubahan kondisi fisik juga berpengaruh pada kepercayaan diri. Anthony (1992) mengatakan penampilan fisik merupakan penyebab utama rendahnya harga diri dan percaya diri seseorang. Lauster (1997) juga berpendapat bahwa ketidakmampuan fisik dapat menyebabkan rasa rendah diri yang kentara.
4. Pengalaman hidup. Lauster (1997) mengatakan bahwa kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman yang mengecewakan adalah paling sering menjadi sumber timbulnya rasa rendah diri. Lebih lebih jika pada dasarnya seseorang memiliki rasa tidak aman, kurang kasih sayang dan kurang perhatian.
b) Faktor eksternal meliputi:
1. Pendidikan. Pendidikan mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Anthony (1992) lebih lanjut mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan yang rendah cenderung membuat individu merasa dibawah kekuasaan yang lebih pandai, sebaliknya individu yang pendidikannya lebih tinggi cenderung akan menjadi mandiri dan tidak perlu bergantung pada individu lain. Individu tersebut akan mampu memenuhi keperluan hidup dengan rasa percaya diri dan kekuatannya dengan memperhatikan situasi dari sudut kenyataan.
2. Pekerjaan. Rogers (dalam Kusuma,2005) mengemukakan bahwa bekerja dapat mengembangkan kreatifitas dan kemandirian serta rasa percaya diri. Lebih lanjut dikemukakan bahwa rasa percaya diri dapat muncul dengan melakukan pekerjaan, selain materi yang diperoleh. Kepuasan dan rasa bangga di dapat karena mampu mengembangkan kemampuan diri.
3. Lingkungan dan Pengalaman hidup. Lingkungan disini merupakan lingkungan keluarga dan masyarakat. Dukungan yang baik yang diterima dari lingkungan keluarga seperti anggota kelurga yang saling berinteraksi dengan baik akan memberi rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi. Begitu juga dengan lingkungan masyarakat semakin bisa memenuhi norma dan diterima oleh masyarakat, maka semakin lancar harga diri berkembang (Centi, 1995). Sedangkan pembentukan kepercayaan diri juga bersumber dari pengalaman pribadi yang dialami seseorang dalam perjalanan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan psikologis merupakan pengalaman yang dialami seseorang selama perjalanan yang buruk pada masa kanak kanak akan menyebabkan individu kurang percaya diri (Drajat, 1995).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada individu, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri, harga diri dan keadaan fisik. Faktor eksternal meliputi pendidikan, pekerjaan, lingkungan dan pengalaman hidup.

proses pede

Menurut Thursan Hakim (2002) rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang ada proses tertentu didalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri.
Terbentuknya rasa percaya diri yang kuat terjadi melalui proses:
a) Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu.
b) Pemahaman seseorang terhadap kelebihan kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan kelebihannya.
c) Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau rasa sulit menyesuaikan diri.
d) Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.

Aspek Aspek Kepercayaan Diri
Menurut Lauster (1997) orang yang memiliki kepercayaan diri yang positif adalah :
a. Keyakinan akan kemampuan diri yaitu sikap positif seseorang tentang dirinya bahwa mengerti sungguh sungguh akan apa yang dilakukannya.
b. Optimis yaitu sikap positif seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri, harapan dan kemampuan.
c. Obyektif yaitu orang yang percaya diri memandang permasalahan atau segala sesuatu sesuai dengan kebenaran semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya sendiri.
d. Bertanggung jawab yaitu kesediaan seseorang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya.
e. Rasional dan realistis yaitu analisa terhadap suatu masalah, suatu hal, sesuatu kejadian dengan mengunakan pemikiran yang diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.

Pede

Percayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya.
Percaya diri adalah modal dasar seorang manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. Seseorang mempunyai kebutuhan untuk kebebasan berfikir dan berperasaan sehingga seseorang yang mempunyai kebebasan berfikir dan berperasaan akan tumbuh menjadi manusia dengan rasa percaya diri. Salah satu langkah pertama dan utama dalam membangun rasa percaya diri dengan memahami dan meyakini bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan yang ada didalam diri seseorang harus dikembangkan dan dimanfaatkan agar menjadi produktif dan berguna bagi orang lain (Hakim, 2002).

Seseorang yang percaya diri dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan tahapan perkembangan dengan baik, merasa berharga, mempunyai keberanian, dan kemampuan untuk meningkatkan prestasinya, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta membuat keputusan sendiri merupakan perilaku yang mencerminkan percaya diri (Lie, 2003).

percaya diri merupakan dasar dari motivasi diri untuk berhasil. Agar termotivasi seseorang harus percaya diri. Seseorang yang mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri haruslah menginginkan dan termotivasi dirinya. Banyak orang yang mengalami kekurangan tetapi bangkit melampaui kekurangan sehingga benar benar mengalahkan kemalangan dengan mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk terus tumbuh serta mengubah masalah menjadi tantangan. Sebagai contoh, Napoleon Bonaparte yang tinggi badannya hanya mencapai lima kaki dan dua inci. Tak satu haripun merasa pendek dan kerdil dihadapan lawan lawannya dan pasukannya. Namun, melihat dirinya menjadi raksasa diantara laki-laki lainnya, meskipun sebenarnya tidak demikian. Kepercayaan diri dan kebesaran hati membuatnya bersikap, bergaul, bersama orang lain dengan penuh percaya diri dan kemampuan menghadapi segala kesulitan dengan kepercayaan diri yang besar.

Manfaat

Menjadi apa yang kita inginkan memang tidak semudah seperti membalikkan tangan, tentunya semuanya memerlukan sebuah perjuangan yang tak kenal kata putus asa. Terus maju untuk menggapai cita-cita dan impian adalah sesuatu yang harus ada pada diri kita, namun menjadi bermanfaat bagi semua yang ada disekitar kita itu hanyalah sebuah angan-angan belaka. semuanya bingung dengan diri mereka masing-masing, semua ingin menjadi orang yang paling sukses, ingin menjadi orang yang paling kaya, menajdi orang yang paling disegani, menjadi orang yang paling dan paling diantara sesamanya, tanpa memikirkan apa-apa dan bagaimana keadaan disekitar mereka. tak hayal peristiwa ini membuat hati serasa teriris-iris...pantas saja banyak kejadian yang mengguncang Tanah Air ini, tak layak Alam sudah mulai memberikan perlawanan pada Penghuni Tanah Air ini, dan semua itu adalah sebuah peringatan dari Yang Maha Segala-galanya agar kita kembali lagi peduli dengan sesama dan menjadi manfaat pada sekitar kita termasuk pada alam kita....Ingatlah tujuan kita adalah menajdi Khalifah Fiil Ardhi..

Bebas

Anda bebas menentukan pilihan...
Anda bebas mengutarakan pendapat...
Anda bebas melakukan apa saja sesuka hati anda..
Anda bebas mengeluarkan suara-suara anda...
anda bebas menuliskan apa saja yang ingin anda tuliskan...
anda bebas menunjukkan apa yang anda punya...
anda bebas mencari apa saja yang ingin anda cari...
anda bebas meluapkan segala keksalan anda...
anda bebas mencurahkan segala kegundahan hati anda...
anda bebas mengambil apa yang ingin anda ambil...
anda bebas memukul siapa saja atau apa saja yang ingin anda pukul...
anda bebas membakar apa saja yang ingin anda bakar...
anda bebas menghina siapa atau apa saja yang ingin anda hina...
anda bebas untuk apa saja, dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja dengan apa saja namun anda juga harus siap apabila sewaktu-waktu dan tiba-tiba dimanapun itu orang lain akan melakukan seperti apa yang anda lakukan...

Komunikasi dalam Teater


Komunikasi dalam Teater

Teater merupakan kisah kehidupan manusia yang disusun untuk
ditampilkan sebagai pertunjukkan di atas pentas oleh para pelaku dengan dan
ditonton oleh publik (penonton).1
Baru dapat disebut seni pertunujukan teater apabila sudah
dipentaskan,dan teater selalu bersifat “Actor oriented” (berorientasi pada
pelaku pemain).
Penulis
Kehidupan Naskah Teater Penonton
Sutradara
Pemain
Pekerja seni
Tanda-tanda kehidupan, simbol-simbol norma, tanda-tanda
kebahasaan, simbol-simbol kejahatan, dsb dirangkai oleh penulis naskah dan
dibawakan oleh actor di atas panggung untuk disampaikan kepada penonton.
Dialog dan lakuan actor di atas panggung tanpa ada motivasi yang diresepsi
dari tanda dan simbol kehidupan tidak akan bermakna. Lebih tidak bermakna
lagi jika lakuan actor tidak dapat diinterpretasi atau diterima penonton sebagai
respon dalam sebuah proses komunikasi.
Teater sebagai sebuah seni pertunjukan tidak telepas dari aspek tanda
dan simbol kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang merupakan bahan
bakar penciptaan bagi penulis maupun pekerja seni teater lainnya akan
membangun karya seni pertunjukan penuh dengan tanda dan simbol-simbol
kehidupan. Tanda dan simbol yang sifatnya universal tersebut oleh banyak
ilmuwan diyakini sebagai dasar dari semua komunikasi. Komunikasi adalah
suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain
melalui penggunaan simbil-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka
dan lain-lain.2
John Powers, dalam usahanya untuk mengembangkan berbagai
macam cabang disiplin komunikasi, menegaskan bahwa yang paling penting

dalam komunikasi adalah pesan.3 Menurut Powers, pesan memiliki tiga unsur
yaitu: tanda dan simbol, bahasa, dan wacana.
Teater sebagai sebuah karya seni pertunjukan akan mengangkat
pesan tentang kehidupan, tentang norma, tentang kebaikan, keburukan,
kejahatan, dan berbagai watak karakter manusia untuk ditampilkan di atas
panggung.
Charles Morris, pakar semiotik dalam berbagai tulisannya
menunjukkan bahwa seluruh tindakan manusia melibatkan tanda dan makna
dalam berbagai macam cara yang menarik perhatian. Setiap ada tindakan
orang akan menjadi sadar terhadap tanda, menginterpretasikan tanda dan
kemudian memutuskan bagaimana cara meresponnya.4
Simbol-simbol dari penulis naskah yang dibawakan oleh actor melalui
interpreatsi sutradara berfungsi untuk mengkomunikasikan konsep, gagasan
umum, pola, atau bentuk. Oleh Susane Langer konsep disebut makna yang
dipegang bersama antara para komunikator, tetapi masing-masing
komunikator juga akan memiliki kesan atau makna pribadi yang mengisi
gambaran umum tersebut. Kesan pribadi merupakan konsepsi orang
tersebut.5
Makna terdiri atas konsepsi pribadi individu dan konsep umum yang
dipegang bersama-sama dengan orang-orang lain. Misalnya, karakter tokoh
Jumena dalam naskah Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C Noor yang menjadi
sumber inspirasi penulis dalam penciptaan teater penuh dengan simbolsimbol
makna pribadi maupun makna umum. Makna umum dalam naskah
tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membacanya, mempelajarinya
atau memainkannya.
Makna merupakan kesan yang diakui secara umum. Jumena adalah
tokoh yang memiliki watak dasar pendirian yang kuat, pendirian yang kuat
inilah yang menjadikan ketidakyakinan Jumena terhadap segala sesuatu
meski disisi lain Jumena adalah sosok yang religius. Makna pribadi adalah
makna yang dimiliki Arifin C Noor terhadap Jumena dan orang-orang lain
yang telah mempelajarinya termasu penulis.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teater sebagai sebuah
seni pertunjukan memiliki unsur penting selain naskah, sutradara, dan actor
berupa aspek tanda dan simbol sebagai pesan yang ingin disampaikan dalam
kerangka proses komunikasi.
Elemen Produksi Teater Sebagai Komunikasi Bersistem
Selain pemain (actor) ada bagian penting dalam sebuah pertunjukan
teater yaitu staf produksi. Staf Produksi teater pada umumnya terdiri dari

manager setingkat direktur perusahaan sampai pada petugas lapangan.6 Staf
produksi teater dijelaskan seperti di bawah ini berikut termasuk tugas dan
fungsinya.
a. Produser
Memiliki tugas mengurus produksi secara keseluruhan dan menetapkan
personal (karyawan, petugas), anggaran biaya, program kerja, fasilitas,
dan sebagainya.
b. Direktor (sutradara)
Sebagai koordinator pelaksanaan tugas-tugas penggarapan teater drama,
seperti menyiapkan aktor, mengkoordinasi pekerja teater dsb.
c. Stage Manager
Bertugas memimpin pertunjukan atau pementasan dalam artian pemimpin
langsung dilapangan pada saat pertunjukan, membantu sutradara dalam
mengkoordinasi dan persiapan pemain dan pekerja teater.
d. Designer
Menyiapkan aspek-aspek visual: stage/ setting, property/ dekorasi,
lighting/ tata lampu, costume/ make-up, sound, dan lain-lain.
e. Pekerja Teater/ Crew
Para pekerja yang bertanggung jawab dibagian pentas (stage crew),
dibagian perlengkapan pentas/ dekorasi (properti crew), tata lampu (light
crew), tata busana dan tata rias (costume crew),serta tata suara/musik
(sound crew).
Staf produksi di atas dalam melaksanakan tugasnya merupakan satu
kesatuan. Salah satu staf tidak berfungsi baik maka staf yang lain akan
mengalami hambatan dalam melaksanakan pementasan. Pekerjaan
pertunjukan teater akan timpang dan tidak sempurna pelaksanaannya
meskipun kemungkinan tugas dan fungsi tersebut bisa digantikan atau
diwakili oleh staf yang lain.
Sebagai satu kesatuan, staf produksi adalah sebuah sistem. Teori
sistem oleh Fagen dikatagorikan bagian dari teori komunikasi. Vardiansyah
yang mengutip pendapat Reusch menjelaskan bahwa komunikasi merupakan
suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya
dalam kehidupan.7
Setiap sistem terdiri atas empat hal.8 Yang pertama adalah obyek:
bagian-bagian, unsur-unsur, atau variabel-variabel di dalam sistem. Obyek
bersifat fisik atau abstrak atau kedua-duanya, bergantung pada sifat sistem.
Kedua, sistem terdiri atas atribut-atribut: kualitas atau sifat-sifat sistem dan
obyek-obyeknya. Ketiga, sistem memiliki hubungan-hubungan internal antara
obyek-obyeknya. Keempat, sistem ada dalam lingkungan.

Dengan demikian, sistem merupakan seperangkat hal/ benda yang
saling mempengaruhi satu sama lain dalam suatu lingkungan dan membentuk
pola lebih besar yang berbeda dari setiap bagian-bagiannya.9
Produser, sutradara, stage manager, designer, dan pekerja teater
adalah bagian atau unsur-unsur dalam sebuah sistem. Sistem yang dimaksud
adalah sistem produksi seni pertunjukan teater. Mereka saling
memperngaruhi satu dengan yang lain dalam satu lingkungan yaitu produksi
seni dan membentuk pola-pola hubungan kerja internal yang berbeda satu
dengan yang lain dan membangun pola tersebut menjadi pola-pola yang lebih
besar.
Sebuah sistem akan memiliki karakteristik tertentu. Kualitas sistem
dalam seni pertunjukan teater adalah tidak saling mengucilkan dan atau
mengecilkan tugas dan fungsi satu dengan yang lain, tetapi masing-masing
berhubungan dengan cara tertentu dengan kualitas masing-masing.
Seorang produser pada dasarnya tidak mudah untuk memecat atau
memberhentikan sutradara, actor atau pekerja seni lainnya. Mereka terikat
oleh satu aturan sistem yang sejak awal telah disepakati. Kesepakatan
sebagai hubungan yang harmonis dalam bentuk kerja dan dituangkan dalam
bentuk kontrak kerja.
Keutuhan dan saling tergantung dalam sistem merupakan suatu
keutuhan yang unik.10 Melibatkan pola hubungan yang berbeda dari setiap
sistem lainnya. Sesuatu yang utuh jelas lebih utama daripada jumlah bagianbagiannya.
Sistem adalah produk kekuatan-kekuatan atau interaksi-interaksi
antara bagian-bagiannya. Sekelompok orang yang berdiri dalam deretan
pada terminal bus bukan sistem, tetapi sekelompok orang yang duduk di
sekitar meja, yang melakukan percakapan merupakan sebuah sistem. Tiap
bagian dari sistem dibatasi oleh ketergantungannya pada bagian-bagian lain
dan pola salingtergantung tersebut mengorganisir sistem.11
Saling ketergantungan antara variabel-variabel suatu sistem dapat
diungkapkan sebagai serangkaian asosiasi, atau korelasi. Korelasi, dua
variabel atau lebih berubah secara bersama-sama. Dalam sebuah proses
produksi misalnya, kecemasan sutradara dengan kemarahan produser
mungkin berkorelasi. Korelasi bisa yang kuat atau lemah, bergantung
bagaimana jalinan ketergantungan masing-masing dalam sebuah sistem.
Dalam suatu sistem produksi seni yang kompleks, banyak variabel saling
berhubungan satu dengan yang lain dalam suatu jaringan pengaruh yang
berubah-ubah kekuatannya. Misalnya actor yang bersemangat, sutradara
yang frustrasi, atau pekerja teater yang menarik diri, dan penyesalan stake
holder mungkin terikat bersama-sama dalam suatu kelompok teater.

Sistem cenderung saling melekat satu dengan yang lain sebagai satu
keutuhan. Unsur sistem merupakan bagian dari sistem dan sistem
merupakan bagian dari sistem yang lebih besar.12 Ada semacam hirarki
dalam rangkain sistem, subsistem, dan sub-sub sistem.
Seorang sutradara akan menjadi pemimpin dan acuan bagi actor dan
pekerja seni teater lainnya. Apapun yang menjadi instruksi sutradara harus
dilakukan oleh actor dan pekerja seni lainnya. Hal ini menyangkut tugas dan
fungsi sutradara dalam rangkaian sistem bahwa paling tidak sutradara sudah
memahami lebih dahulu naskah atau ceritanya. Namun demikian diatas
sutradara masih ada unsur atau variabel yang harus dipatuhi oleh sutradara
yaitu produser ataupun stake holder. Penyandang dana sebagai stake holder
punya kekuatan dalam hal kekuangan, namun akan tidak berdaya dan tidak
mengahasilkan apa-apa jika tidak memilki sumber daya manusia yang disebut
sutradara, actor maupun pekerja seni lainnya.
Dengan demikian sistem merupakan serangkaian kompleksitas yang
semakin bertambah. Sistem lebih besar dimana salah satu sistemnya
merupakan bagian darinya disebut suprasistem, dan sistem lebih kecil yang
terkandung dalam suatu sistem disebut subsistem. Tim produksi adalah
suprasistem dari produser, sutradara,stage manger, designer, dan crew
sebagai subsistem. Sutradara adalah suprasistem dari actor, pemusik, penata
lampu, penata panggung sebagai subsistem.
Elemen Teater Sebagai Rangkaian Komunikasi
Drama is designed to be acted on the stage. Unsur-unsur pembangun
teater adalah (1) lakuan, (2) panggung, (3) busana, (4) rias, (5) cahaya, dan
(6) musik. Keenam unsur tersebut tidak lepas dari peran sutradara sebagai seniman
penafsir (interpretative artist). Disamping itu, ada elemen-elemen lain yang tidak
kalah penting (1) acting, (2) staging, dan (3) audience.13
Tiga elemen tersebut merupakan unsur penting teater. Acting selalu berkaitan
dengan peran dan pemeranan, yang sekaligus berkaitan dengan motivasi.
Selain itu, berhubungan pula dengan panggung (staging) sebagai media lakuan.
Panggung merupakan penggabungan semua unsur yang terkait dengan kebutuhan
teater, panggung bukan hanya daerah permainan atau lokasi saja namun panggung
dihadirkan secara lengkap dengan alat kelengkapan/ property diperlukan. Hal ini
dimaksudkan untuk mencapai dampak estetis dikenal dengan aspek
komposisi.
Audience baik penonton biasa, penikmat, maupun pengkritisi merupakan
unsur penting teater, yang fungsinya sebagai pendukung pementasan.
Kehadiran mereka sangat besar artinya meskin hanya sebagai penonton
yang tidak berbekal apa-apa atau penonton biasa. Penonton yang heterogen
perlu mendapat perhatian sutradara, pemain dan yang lainnya paling tidak

memperhitungkan penonton dari aspek dan dimensi budayanya agar kelancaran
komunikasi pementasan bisa berhasil.
Acting seorang actor atau bagaimana pemeranan yang diperankannya
memerlukan motivasi yang masing-masing actor akan ada korelasinya.
Ketergantungan seorang actor dengan actor lainnya diikat bersama-sama
dengan naskah, dialog ataupun alur cerita.
Dalam sebuah pementasan, jika seorang actor lepas dari cerita dalam
naskah atau ada dialog-dialognya keluar dari naskah maka akan terjadi
kegagalan komunikasi. Ketergantungan antar actor sebagai sebuah sistem
menjadi kacau dan tidak harmonis. Ketidakharmonisan ini akan berakibat pula
tidak tersampaikannya pesan sebagai tanda dan simbol-simbol kehidupan
dalam sebuah komunikasi seni pertunjukan teater.
Dialog Memuat Pesan
Dialog yang dibawakan actor merupakan salah satu aspek esensial
yang ada dalam seni pertunjukan teater. Bukan berarti bahwa kekhasan
teater hanya terletak pada dialog, melainkan banyak hal yang menjadikan
dialog menjadi ciri khas teater, apalagi jika dikembalikan pada aspek-aspek
kehidupan maka terjadinya komunikasi antara actor dan penonton menjadi
signifikan.14
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi antar manusia begitu penting.
Mutlak manusia sangat butuh komunikasi dengan orang lain untuk
menyampaikan gagasan, pikiran, perasaan. Dengan komunikasi kita dapat
mengetahui watak seseorang secara jelas. Komunikasi seperti ini membuka
kemungkinan seseorang memahami orang lain. Dalam komunikasi akan
terjadi proses pikiran seseorang mempengaruhi pikiran orang lainnya.15
Hanya melalui bahasa yang komunikatif yang diwujudkan dalam
bentuk dialog, kita dapat memahami siapa dan bagaimana lawan bicara kita.
Lebih-lebih bila komunikasi dalam bentuk dialog tersebut disertai dengan
lakuan akan lebih memperjelas maknanya.
Pesan harus disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan
kesalahpahaman. Dalam situasi komunikasi tidak harus antara dua orang,
yang satu sebagai pembicara aktif dan yang lain sebagai pendengar setia,
tetapi bisa juga komunikasi tersebut melibatkan banyak orang. Yang
dipentingkan adalah bagaimana mengatur arus lalu lintas komunikasi agar
terjadi pergantian atau giliran bicara yang wajar. Kita harus memberi peluang
kepada lawan bicara agar memiliki kesempatan mengungkapkan isi hatinya.
Kesempatan yang kita berikan tidak harus berbentuk balasan perkataan atau
menjawab dengan kalimat yang panjang, tetapi dapat dilakukan dengan
berbagai cara, paling tidak memberi respon. Respon berdasarkan stimulus

tersebut tidak harus berwujud kalimat, tetapi bisa juga diwujudkan dalam
bentuk gerak atau perilaku.
Yang lebih penting lagi adalah bagaimana seorang actor memberi
muatan makna dialog agar dapat menumbuhkan pengertian bagi lawan bicara
maupun penonton sebagai penerima pesan. Ketepatan actor memberi
muatan pada kalimat-kalimat yang didialogkannya akan menciptakan
komunikasi yang sempurna.
Dialog-dialog yang diucapkan actor atau pemain harus selaras dengan
penggambaran lakuan di atas panggung. Perlu dilakukan proses analisis
dialog oleh actor utamanya sebelum pemanggungan di mulai agar
memperoleh gambaran yang nyata tentang apa yang sebenarnya difokuskan
dalam dialog tersebut.
Analisis dialog dapat dilakukan secara sederhana dalam bentuk yang
mirip dengan memenggal-menggal kalimat menjadi bagian-bagian yang
sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan. Tekanan pada beberapa
bagian kalimat perlu juga diberikan agar lebih mengekspresikan muatan
emosinya.16
Jika actor tidak mampu menerjemahkan dialog-dialog dan
memperkuatnya dengan lakuan-lakuan di atas panggung maka yang terjadi
adalah kesalahpahaman atau tidak munculnya komunikasi antara actor
sebagai pembawa pesan dengan penonton sebagai penerima pesan. Sebuah
komunikasi baru akan terjadi jika ada komunikator pengirim, pesan, dan
target komunikan penerima.

KOMA

sudah lama aku bergelut dengan ketidak pastian dan keragu-raguan, entah kenapa sampai saat ini ku belum bisa lepas dari bayang-bayang yang selama ini menghimpitku. seolah-olah tak ingin aku keluar dari jeratnya yang telah lama membuatku sesak untuk bernafas bahkan hanya untuk sekedar menggerakkan urat-urat nadiku. tubuhku seakan-akan tak bisa bergerak, persendianku seperti mati dan lumpuh, mulutku keluh dan lidahku melingkar keatas seolah-olah tak mau ku julurkan hanya untuk sekedar mengucapkan satu kata, mataku berkunang-kunang pandanganku kabur, aku pun tak bisa mendengarkan suara-suara yang biasanya silih berganti masuk dari telingaku dan kemudian mengalir dalam rongga telingaku yang nantinya akan mengetuk gendang sehingga menjadikan getara-getaran itu menjadi suara-suara yang dapat mengartikan sesuatu. aku tak bisa apa-apa hanya hatiku yang masih bisa berbicara seraya memanggil-manggil namaNYA...
beberapa kali ku mencoba untuk memberikan sesuatu isyarat yang mungkin bisa membuat mereka mengerti, namun hal tersebut percuma saja karena mereka sudah tak lagi mengerti bahasaku dan isyaratku. apa aku sudah dialam yang lain sehingga mereka tak lagi mengerti dan memahamiku???lalu kau dimana, kenapa semua orang hanya bisa menangis dan memandangku seakan-akan tak mau aku tinggalkan....mereka semua menangis tersedu-sedu memegang erat-erat jari jemariku...bahkan aa yang memelukku erat-erat seperti tak mau melepasku...dimana aku ini???hanya satu yang ku inginkan aku hanya ingin denganmu.....

11/17/2010

Pengertian Persepsi

Pengertian Persepsi
Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Mangkunegara (dalam Arindita, 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek, penerimaan stimulus (Input), pengorganisasian stimulus, dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Adapun Robbins (2003) mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan, yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.
Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan, bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya, motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggapi stimulus. Individu dalam hubungannya dengan dunia luar selalu melakukan pengamatan untuk dapat mengartikan rangsangan yang diterima dan alat indera dipergunakan sebagai penghubungan antara individu dengan dunia luar. Agar proses pengamatan itu terjadi, maka diperlukan objek yang diamati alat indera yang cukup baik dan perhatian merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan pengamatan. Persepsi dalam arti umum adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan membuat respon bagaimana dan dengan apa seseorang akan bertindak.
Leavitt (dalam Rosyadi, 2001) membedakan persepsi menjadi dua pandangan, yaitu pandangan secara sempit dan luas. Pandangan yang sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu. Sedangkan pandangan yang luas mengartikannya sebagai bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan, jadi berbeda dengan pendekatan sempit, tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut.
Persepsi berarti analisis mengenai cara mengintegrasikan penerapan kita terhadap hal-hal di sekeliling individu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada, dan selanjutnya mengenali benda tersebut. Untuk memahami hal ini, akan diberikan contoh sebagai berikut: individu baru pertama kali menjumpai buah yang sebelumnya tidak kita kenali, dan kemudian ada orang yang memberitahu kita bahwa buah itu namanya mangga. Individu kemudian mengamati serta menelaah bentuk, rasa, dan lain sebagainya, dari buah itu secara saksama. Lalu timbul konsep mengenai mangga dalam benak (memori) individu. Pada kesempatan lainnya, saat menjumpai buah yang sama, maka individu akan menggunakan kesan-kesan dan konsep yang telah kita miliki untuk mengenali bahwa yang kita lihat itu adalah mangga (Taniputera, 2005).
Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.

Proses Persepsi dan Sifat Persepsi
Alport (dalam Mar’at, 1991) proses persepsi merupakan suatu proses kognitif yang dipengaruhi oleh pengalaman, cakrawala, dan pengetahuan individu. Pengalaman dan proses belajar akan memberikan bentuk dan struktur bagi objek yang ditangkap panca indera, sedangkan pengetahuan dan cakrawala akan memberikan arti terhadap objek yang ditangkap individu, dan akhirnya komponen individu akan berperan dalam menentukan tersedianya jawaban yang berupa sikap dan tingkah laku individu terhadap objek yang ada.
Walgito (dalam Hamka, 2002) menyatakan bahwa terjadinya persepsi merupakan suatu yang terjadi dalam tahap-tahap berikut:
1) Tahap pertama, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik, merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia.
2) Tahap kedua, merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis, merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris.
3) Tahap ketiga, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik, merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor.
4) Tahap ke empat, merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku.
Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan, bahwa proses persepsi melalui tiga tahap, yaitu:
1) Tahap penerimaan stimulus, baik stimulus fisik maupun stimulus sosial melalui alat indera manusia, yang dalam proses ini mencakup pula pengenalan dan pengumpulan informasi tentang stimulus yang ada.
2) Tahap pengolahan stimulus sosial melalui proses seleksi serta pengorganisasian informasi.
3) Tahap perubahan stimulus yang diterima individu dalam menanggapi lingkungan melalui proses kognisi yang dipengaruhi oleh pengalaman, cakrawala, serta pengetahuan individu.
Menurut Newcomb (dalam Arindita, 2003), ada beberapa sifat yang menyertai proses persepsi, yaitu:
1) Konstansi (menetap): Dimana individu mempersepsikan seseorang sebagai orang itu sendiri walaupun perilaku yang ditampilkan berbeda-beda.
2) Selektif: persepsi dipengaruhi oleh keadaan psikologis si perseptor. Dalam arti bahwa banyaknya informasi dalam waktu yang bersamaan dan keterbatasan kemampuan perseptor dalam mengelola dan menyerap informasi tersebut, sehingga hanya informasi tertentu saja yang diterima dan diserap.
3) Proses organisasi yang selektif: beberapa kumpulan informasi yang sama dapat disusun ke dalam pola-pola menurut cara yang berbeda-beda.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Thoha (1993) berpendapat bahwa persepsi pada umumnya terjadi karena dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dlam diri individu, misalnya sikap, kebiasaan, dan kemauan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar individu yang meliputi stimulus itu sendiri, baik sosial maupun fisik.
Dijelaskan oleh Robbins (2003) bahwa meskipun individu-individu memandang pada satu benda yang sama, mereka dapat mempersepsikannya berbeda-beda. Ada sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan terkadang memutar-balikkan persepsi. Faktor-faktor ini dari :
1) Pelaku persepsi (perceiver)
2) Objek atau yang dipersepsikan
3) Konteks dari situasi dimana persepsi itu dilakukan
Berbeda dengan persepsi terhadap benda mati seperti meja, mesin atau gedung, persepsi terhadap individu adalah kesimpulan yang berdasarkan tindakan orang tersebut. Objek yang tidak hidup dikenai hukum-hukum alam tetapi tidak mempunyai keyakinan, motif atau maksud seperti yang ada pada manusia. Akibatnya individu akan berusaha mengembangkan penjelasan-penjelasan mengapa berperilaku dengan cara-cara tertentu. Oleh karena itu, persepsi dan penilaian individu terhadap seseorang akan cukup banyak dipengaruhi oleh pengandaian-pengadaian yang diambil mengenai keadaan internal orang itu (Robbins, 2003).
Gilmer (dalam Hapsari, 2004) menyatakan bahwa persepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor belajar, motivasi, dan pemerhati perseptor atau pemersepsi ketika proses persepsi terjadi. Dan karena ada beberapa faktor yang bersifat yang bersifat subyektif yang mempengaruhi, maka kesan yang diperoleh masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.
Oskamp (dalam Hamka, 2002) membagi empat karakteristik penting dari faktor-faktor pribadi dan sosial yang terdapat dalam persepsi, yaitu:
a. Faktor-faktor ciri dari objek stimulus.
b. Faktor-faktor pribadi seperti intelegensi, minat.
c. Faktor-faktor pengaruh kelompok.
d. Faktor-faktor perbedaan latar belakang kultural.
Persepsi individu dipengaruhi oleh faktor fungsional dan struktural. Faktor fungsional ialah faktor-faktor yang bersifat personal. Misalnya kebutuhan individu, usia, pengalaman masa lalu, kepribadian,jenis kelamin, dan hal-hal lain yang bersifat subjektif. Faktor struktural adalah faktor di luar individu, misalnya lingkungan, budaya, dan norma sosial sangat berpengaruh terhadap seseorang dalam mempresepsikan sesuatu.
Dari uraian di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa persepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal, yaitu faktor pemersepsi (perceiver), obyek yang dipersepsi dan konteks situasi persepsi dilakukan.

Aspek-aspek Persepsi
Pada hakekatnya sikap adalah merupakan suatu interelasi dari berbagai komponen, dimana komponen-komponen tersebut menurut Allport (dalam Mar'at, 1991) ada tiga yaitu:
1. Komponen kognitif
Yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan atau informasi yang dimiliki seseorang tentang obyek sikapnya. Dari pengetahuan ini kemudian akan terbentuk suatu keyakinan tertentu tentang obyek sikap tersebut.
2. Komponen Afektif
Afektif berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang. Jadi sifatnya evaluatif yang berhubungan erat dengan nilai-nilai kebudayaan atau sistem nilai yang dimilikinya.
3. Komponen Konatif
Yaitu merupakan kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan obyek sikapnya.
Baron dan Byrne, juga Myers (dalam Gerungan, 1996) menyatakan bahwa sikap itu mengandung tiga komponen yang membentuk struktur sikap, yaitu:
1) Komponen kognitif (komponen perseptual), yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap objek sikap.
2) Komponen afektif (komponen emosional), yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif.
3) Komponen konatif (komponen perilaku, atau action component), yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap.
Rokeach (Walgito, 2003) memberikan pengertian bahwa dalam persepsi terkandung komponen kognitif dan juga komponen konatif, yaitu sikap merupakan predisposing untuk merespons, untuk berperilaku. Ini berarti bahwa sikap berkaitan dengan perilaku, sikap merupakan predis posisi untuk berbuat atau berperilaku.
Dari batasan ini juga dapat dikemukakan bahwa persepsi mengandung komponen kognitif, komponen afektif, dan juga komponen konatif, yaitu merupakan kesediaan untuk bertindak atau berperilaku. Sikap seseorang pada suatu obyek sikap merupakan manifestasi dari kontelasi ketiga komponen tersebut yang saling berinteraksi untuk memahami, merasakan dan berperilaku terhadap obyek sikap. Ketiga komponen itu saling berinterelasi dan konsisten satu dengan lainnya. Jadi, terdapat pengorganisasian secara internal diantara ketiga komponen tersebut.


Daftar Pustaka

Arindita, S. 2003.Hubungan antara Persepsi Kualitas Pelayanan dan Citra Bank dengan Loyalitas Nasabah. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi UMS.

Gerungan, W. A. 1996. Psikologi Sosial. (edisi kedua). Bandung : PT Refika Aditama.



Hamka, Muhammad. 2002. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja dengan Motivasi Berprestasi. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Fakultas Psikologi. Tidak diterbitkan.


Kotler, Philip. 2000. Marketing Manajemen: Analysis, Planning, implementation, and Control 9th Edition, Prentice Hall International, Int, New Yersey

Mar’at, 1991. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Robbins, S.P. 2003. Perilaku Organisasi. Jilid I. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Garmedia.


Rosyadi, I. 2001. Keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui capabilities-based competition: Memikirkan kembali tentang persaingan berbasis kemampuan. Jurnal BENEFIT, vol. 5, No. 1, Juni 2001. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset

Semoga Artikel Psikologi ini dapat membantu anda dalam memahami Persepsi, mencari teori-teori sebagai bahan pelengkap skripsi. Semoga bermanfaat

Aksi dan Emosi

Aksi dan Emosi
Pengertian: Emosi adalah segala aktivitas yang mengekspresikan kondisi disini dan sekarang dari organisme manusia dan ditujukan ke arah duniannya di luar. “Emosi timbul secara otomatis” dan terikat dengan aksi yang dihasilkan dari konfrontasi manusia dengan dunianya. Aktor tidak menciptakan emosi karena emosi akan muncul dengan sendririnya lantaran keterlibatannya dalam memainkan peran sesuai dengan naskah.

Motivasi
Pengertian : Peran apapun yang anda mainkan harus memiliki tujuan dan motivasi. Dalamus keadaan bagaimanapun adalah mustahil untuk melakukan sesuatu yang secara langsung diarahkan untuk mencetuskan suatu perasaan demi perasaan itu sendiri. Kalau hal ini tidak diindahkan, maka anda tidk akan memperoleh apapun. Hanya kedangkalan saja. Jika kita memilih suatu tindakan atau perbuatan jangan menggunakan perasaan dan bathin anda. Jangan mencoba memperlihatkan aksi cemburu atau menyatakan cinta, semata hanya untuk kepentingan perasaan itu aja. Semua perasaan itu adalah akibat dari sesuatu yang terjadi sebelumnya. Cobalah ingat kejadian sebelumnya itu dalam-dalam dan hasilnya akan datang sendiri. Penggambaran nafsu yang palsu, yang menggunakan gerakan-gerakan konvensional, semuanya ini merupakan kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi.

Tips:
Anda harus mampu bermain sesuai dengan pengkhayatan anda sendiri terhadap tokoh, penggambaran artistic dari realita dunia actual kedalam dunia imajinasi. Untuk memperoleh hubungan antara actor dan tokoh yang digambarkan, anda harus mendekatkan pada sumber-sumber yang dekat dengan perasaan dan batin kita sendiri. Jika hal ini bisa dicapai, maka kita akan merasakan dorongan dan rangsangan dari dalam.
Dorongan ini akan mengutarakan dirinya sendiri dalam aksi si tokoh imajiner yang telah ditempatkan di tengah-tengah permainan lakon. Mainkanlah dan anda akan menciptakan kehidupan baru. Kita akan dibawa kedunia bawah-sadar, menyadari hal-hal dalam permainannya yang sebelumnya tidak disadari sama sekali. Ini merupakan rangsangan “dunia bawah-sadar yang kreatif ”yang paling pokok adalah anda telah memainkan dunia bawah sadar kreatif melalui tehnik yang disadari. Setelah ini bisa disatukan dalam pikiran dan imajinasi, barulah anda bisa menciptakan dunia baru dan mulai memainkannya dengan penuh motivasi dan rasa kebenaran artistic. Dibalik kata-kata, kita memasukan pikiran kita dalam karakter toloh kehidupannya. Lalu kita filter melalui diri kita sediri seluruh bahan yang kita peroleh dari pengarang dn sutradara. Bahan ini menjadi bagian dari diri kita, baik dalam pengertian spiritual dan fisik, emosi kita jujur dan sebagai hasil kita memperoleh aktivitas yang betul-betul produktif, semuanya berjalin dengan implikasi sebuah lakon.

Imajinasi:
Imajinasi adalah suatu cara bagi seorang actor untuk mendekati pikiran dan perasaan karakte yang akan dimainkan sehingga dia dapat menempatkan dirinya dalam situasi si karakter. Metode ini merupakan proses imajinasi dimana di actor melakukan identifikasi dengan karakter tokohnya. Di setiap identifikasi dengan karakter tokohnya, si actor harus melihat pengalaman hidupnya dan pengalaman hidup yang paling relevan untuk ditransver ke pengalaman hidup yang dimiliki si karakter. Si actor harus mampu menyelidiki asal mula dirinya sendiri untuk dapat tulus dan jujur pada realita eksistensi dirinya yang baru. Imajinasi menciptakan hal-hal yang mungkin ada atau mungkin terjadi, sedangkan fantasi membuat hal-hal yang tidak ada, yan tidak pernah ada. Tapi siapa tahu, suatu hari kesemuanya itu mungkin ada. Bagi seorang actor, proses kreatif ini dipimpin oleh imajinasinya.
Pertama, anda memaksa imajinasi anda, padahal sebetulnya anda harus membujukny. Lalu, anda coba merenung tanpa suatu objek yang menarik bagimu. Kesalahan yang ketiga adalah pikiran anda pasif. Dalam imajinasi, aktifitas yang intens sangatlah penting. Awalnya datang gerakan dari dalam, kemudian gerakan luar.
Sebelum sutradara memberikan pengarahan dan latihan, anda harus memiliki catatan mengenai gambaran tokoh dan tempat yang akan dijadikan area latihan. Lalu anda harus memiliki suatu gasi gambaran yang batin yang kuat. Imaji-imaji bain ini akan menciptakan suasana yang sesuai dan mencetuskan emosi, sambil menjaga supaya kita tetap berada dalam batas-batas lakon itu.

Mengembangkan imajinasi :
Pertama-tama coba ceritakan tentang kehidupan sehari-hari terhadap pengalaman yang paling sensitive. Apa yang paling mudah untuk merangsang perasaanmu, rasa takut dan gembira anda.
Jika anda mengetahui betul seluk beluk sifat-sifat anda sendiri maka bagi anda tidak akan sulit untuk mengadaptasikannya ke dalam keadaan imajiner. Karena itu, paparkan beberapa sifat khas, kualitas, perhatian, yang khas yang anda miliki. Anda harus bisa menjawab (kapan, dimana, kenapa, bagaimana) yang anda ajukan sendiri tatkala ia mendorong kesanggupannya untuk menemukan sesuatu yang baru guna membuat gambaran yang lebih jelas dari sebuah kehidupan pura-pura. Kadang-kadang ia tidak perlu melakukan semua usaha intelektual dan disadari ini. Imajinasinya mungkin bekerja secara intuitif. Sebuah pendekatan secara sadar dan dengan akal pada imajinasi seringkali menghasilkan suatu perasaan hidup palsu yang tak berdarah. Seni acting menghendaki supaya seluruh harkat seorang actor terlibat secara aktif, supaya ia menyerahkan dirinya, baik bathin maupun lahir, kepada peran yang ia mainkan. Anda harus merasakan tantangan untuk berbuat, baik secara fisik maupun secara intelektual, karena imajinasi yang tidak punya substansi.
………………vvv…………………

VOKAL dan PERNAFASAN

PERNAFASAN

Seorang artis panggung, baik itu dramawan ataupun penyanyi, maka untuk memperoleh suara yang baik ia memerlukan pernapasan yang baik pula. Oleh karena itu ia harus melatih pernapasan/alat-alat pernapasannya serta mempergunakannya secara tepat agar dapat diperoleh hasil yang maksimum, baik dalam latihan ataupun dalam pementasan.

Ada empat macam pernapasan yang biasa dipergunakan :
Ø Pernafasan dada
Pada pernafasan dada kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dada sehingga dada kita membusung.
Di kalangan orang orang teater pernafasan dada biasanya tidak dipergunakan karena disamping daya tampung atau kapasitas dada untuk Udara sangat sedikit, juga dapat mengganggu gerak/acting kita, karena bahu menjadi kaku.
Ø Pernafasan perut
Dinamakan pernafasan perut jika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perut sehingga perut kita menggelembung,
Pernafasan perut dipergunakan oleh sebagian dramawan, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada.
Ø Pernafasan lengkap
Pada pernafasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara, sehingga udara yang kita serap sangat banyak (maksimum).
Pernafasan lengkap dipergunakan oleh sebagian artis panggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakan acting, tetapi mengutamakan vokal.
Ø Pernafasan diafragma
Pernafasan diafragma ialah jika pada waktu kita mengambil udara, maka diafragma kita mengembang. Hat ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut, pinggang, bahkan bagian belakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang.
Menurut perkembangan akhir akhir ini, banyak orang orang teater yang mempergunakan pernapasan diafragma, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dengan pernapasan perut.

Latihan latihan pemapasan :
•Pertama kita menyerap udara sebanyak mungkin. Kemudian masukkan ke dalam dada, kemudian turunkan ke perut, sampai di situ napas kita tahan. Dalam keadaan demikian tubuh kita gerakkan turun sampai batas maksimurn bawah. Setelah sampai di bawah, lalu naik lagi ke posisi semula, barulah napas kita keluarkan kembali.
•Cara kedua adalah menarik napas dan mengeluarkannya kembali dengan cepat.
•Cara berikutnya adalah menarik napas dalam dalam, kemudian keluarkan lewat mulut dengan mendesis, menggumam, ataupun cara cara lain. Di sini kita sudah mulai menyinggung vocal.

Catatan : Bila sudah menentukan pernapasan apa yang akan kita pakai, maka janganlah beralih ke bentuk pernapasan yang lain.


VOCAL

Untuk menjadi seorang pemain drama yang baik, maka dia harus mernpunyai dasar vocal yang baik pula. “Baik” di sini diartikan sebagai :
•Dapat terdengar (dalam jangkauan penonton, sampai penonton, yang paling belakang).
•Jelas (artikulasi/pengucapan yang tepat),
•Tersampaikan misi (pesan) dari dialog yang diucapkan.
•Tidak monoton.
Untuk mempunyai vocal yang baik ini, maka perlu dilakukan latihan latihan vocal. Banyak cara, yang dilakukan untuk melatih vocal, antara lain :
•Tariklah nafas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara “wah…” dengan energi suara. Lakukan ini berulang kali.
•Tariklah nafas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam “mmm…mmm…” (suara keluar lewat hidung).
•Sama dengan latihan kedua, hanya keluarkan dengan suara mendesis,”ssss…….”
•Hirup udara banyak banyak, kemudian keluarkan vokal “aaaaa…….” sampai batas nafas yang terakhir. Nada suara jangan berubah.
•Sama dengan latihan di atas, hanya nada (tinggi rendah suara) diubah-ubah naik turun (dalam satu tarikan nafas)
•Keluarkan vokal “a…..a……” secara terputus-putus.
•Keluarkan suara vokal “a i u e o”, “ai ao au ae ”, “oa oi oe ou”, “iao iau iae aie aio aiu oui oua uei uia ……” dan sebagainya.
•Berteriaklah sekuat kuatnya sampai ke tingkat histeris.
•Bersuara, berbicara, berteriak sambil berialan, jongkok, bergulung gulung, berlari, berputar putar dan berbagai variasi lainnnya.


Catatan :
Apabila suara kita menjadi serak karena latihan latihan tadi, janganlah takut. Hal ini biasa terjadi apabila kita baru pertama kali melakukan. Sebabnya adalah karena lendir lendir di tenggorokan terkikis, bila kita bersuara keras. Tetapi bila kita sudah terbiasa, tenggorokan kita sudah agak longgar dan selaput suara (larink) sudah menjadi elastis. Maka suara yang serak tersebut akam menghilang dengan sendirinya. Dan ingat, janganlah terlalu memaksa alat alat suara untuk bersuara keras, sebab apabila dipaksakan akan dapat merusak alat alat suara kita. Berlatihlah dalam batas-batas yang wajar.

Latihan ini biasanya dilakukan di alam terbuka. misalnya di gunung, di tepi sungai, di dekat air terjun dan sebagainya. Di sana kita mencoba mengalahkan suara suara di sekitar kita, disamping untuk menghayati karunia Tuhan.

TATA CAHAYA

TATA CAHAYA
Dalam seni pertunjukan, tata cahaya berada dalam disiplin teknik produksi bersama dengan tata pentas, kriya panggung (stage craft) dan hal hal lain yang bersifat sebagai pendukung visual suatu pergelarlan.dalam perkembangan seni pertunjukan di Indonesia teknik produksi belum mendapat perhatian yang cukup bahkan dalam pendidikan kesenianpun tidakada jurusan yang membuka peminatan teknik produksi tersebut.
Dengan semakin banyaknya festival-festival seni pertunjukan diberbagai kota maka kebutuhan untuk mengemas pertunjukan menjadi sesuatu yang menarik dan lain dari penyajian kelompok lain, maka kebutuhan pemahaman teknik produksi tumbuh. Namun seringkali tumbuh kembangnya seni pertunjukan tidak seiring dengan berkembangnya gedung pertunjukan. Akustik ruangan, penataan cahaya dan tata teknik pentasnya seringkali tak memenuhi persyaratan minimal untuk suatu pertunjukan.
Dalam situasi seperti itulah para pekerja dibelakang panggung merekayasa agar pertunjukan menjadi sesuau yang berarti dan punya sumbangan dalam perkebangan seni pertunjukun.
Studi-studi yang dilakukan oleh para pekerja belakang panggung pada umumnya dilakukan sendiri oleh para pelaku itu sendiri atau bersama-sama dengan kelompoknya atau kalau beruntung bisa mengikuti lokakarya-lokakarya yang diadakan oleh lembaga-lembaga kesenian yang punya pehatiandan keprihatinan terhadap perkembangan dunia seni pertunjukan.
Seorang penata cahaya disamping harus studi tentang teks, koreografi dan seni visual yang lain harus memahami tentang aspek teknik dari peralatan-peralatan yang akan menjadi media ekspresinya dan memahami karakter dari bentuk panggung dan auditoriumnya. Pemahaman teks bisa dipahami dengan mempelajari sejarah dan genre dari gaya pertunjukkannya. (buku-buku Yacob Sumarjo, Asrul Sani, Rendra, PW, NR, KA, dll). Pemahaman tentang tata teknik pentas dan teknik menggambar dapat dibantu dengan penguasaan komputer (Beamlight, Write Light, Daslight, Corel, CAD, Vector Work, wyswyg).
STUDI TEKSTUAL
Mempelajari naskah naskah drama, puisi, cerpen dan prosa. Sasarannya adalah melatih kepekaan untuk melihat yang tersirat dalam teks itu, tangkas menyusun plot dan menemukan berbagai perubahan susasana, ruang, pikiran-pikiran para tokohnya dan menjalin struktur dramatiknya.
Dengan mempelajari latar belakang penulisnya maka akan ditemukan visi dari penulisnya yang bersangkutan. Karena inti dari penataan cahaya adalah membangun atmosfere bagi para tokoh yang sedang menghidupkan pentas. Tentu saja dalam hal ini diskusi dengan sutradara dan para pekerja artistik yang lain seperti penata set, dll menjadi suatu keharusan. Keputusan terahkir adalah pada sutradara.
STUDI PENTAS DAN AUDITORIUM
Karakter dari pentas amat bergantung pada auditoriumnya dan masing masing pentas mempunyai aura yang amat spesifik. Secara umum dapat dibagi menjadi 3 bentuk yang berbeda, yaitu:
1. Pentas Proscenium
Bentuk pentas dimana penonton dengan pentasnya dipisahkan oleh orkestra pit dan penonton melihat dari satu arah saja. Pentasnya diberi frame seperti kamar yang dinding keempatnya dibuka. (Wayang Orang, Kethoprak)
1. Pentas Arena.
Bentuk pentas dimana pentas dan penontonnya berada dalam satu atap. Penonton melihat pentas dari berbagai sisi yang pada umumnya 3 sisi. Variasinya amat banyak seperti tapal kuda, lingkaran (theatre in round) dll.
1. Trust
Gabungan antara pentas proscenium dengan teater arena. ( Sasono Langen Budoyo).
Dari sekian banyak variasi pentas, prosceniumlah yang palik banyak memerlukan peralatan pendukung untuk membuat para penyaji betul-betul menjadi pusat perhatian para penontonnya.
STUDI TATA CAHAYA.
Studi utama dari penataan cahaya adalah alam beserta seluruh isinya. Karena penataan cahaya diatas pentas adalah peniruan dari apa yang terjadi di alam semesta raya ini. Dari sumber cahayanyadapatlah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Cahaya Langsung
Cahaya yang berasal dari matahari dengan segala pantulannya.
1. Cahaya Tak Langsung
Cahaya yang berasal dari bulan dengan segala macam pantulannya.
Aplikasi dari sumber pencahayaan alam tersebut diatas pentas menjadi sebagai berikut:
- Key Light
Cahaya utama yang berasal dari lampu-lampu type profile, lekolite maupun ellipsoidale. Karakter cahayanya tajam dengan pendaran cahaya yang dapat dibuat amat tajam maupun menyebar karena adanya lensa planno convex yang dapat diatur jaraknya dengan sumber cahaya. Biasanya digunakan untuk mencahayai wilayah yang khusus dan pemakaian yang spesial.
- Fill Light
Cahaya pengisi yang berasal dari lampu-lampu fresnell dan flood. Karakter cahayanya lembut dan merata dari pusat hingga pinggir, karena sumber cahayanya dipecah oleh lensa sperikel, namun cahayanya dapat dipusatkan maupun disebar dengan mengatur jarak lensanya dengan sumber cahayanya. Biasanya digunakan untuk mendapatkan suasana dengan menyiram panggung dengan warna- warna hangat maupun dingin.
Untuk mencapai hasil yang maksimal tentang system tata cahaya, penata cahaya harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai sistem jaringan listrik dan sgala aturan keselamatan pemasangan listrik.
Distribusi cahaya menjadi bagian yang penting dalam perencanaan tata cahaya agar seluruh wilayah permainan dapat tercahayai, sehingga perubahan gerak dan ekspresi wajah dapat diamati oleh penonton dengan baik. Melihat posisinya terhadap pentas, maka pencahayaan dapat dibagi menjadi:
- Front Light
Cahaya yang berasal dari depan pentas yang bertujuan untuk membuat wajah dapat terlihat dari penonton. Jarak sumber cahaya dan objek cukup jauh maka diperlukan profile, lekollite, ellipsoidale agar cahaya dapat dikendalikan, karena dengan menggunakan shutter cahaya yang menerpa dinding proscenium dapat dihilangkan
- Over Head
Cahaya berasal dari atas kepala pemain dengan tujuan mencahayai area panggung dari atas. Area khusus bagi pemain dengan menjatuhkan cahaya tegak lurus diatas kepala pemain (downlight) meskipun beresiko bohlam menjadi lebih mudah putus oleh panas yang tidak tersalur akibat posisi tersebut. Karena jarak yang tidak terlalu jauh,type Fresnell dan Plano Convex (PC) menjadi pilihan. Namun karena pertimbangan ekonomis PAR CAN Medium menjadi alternatif.
Down Light
Area khusus bagi pemain dengan menjatuhkan cahay tegak lurus diatas kepala pemain, meskipun beresiko bohlam menjadi lebih mudah putus oleh panas yang tak tersalur akibat posisi tersebut. PC, Fresnell dan Lekolite menjadi pilihan, namun PAR CAN Very Nerrow dapat menjadi alternatifnya.
- Back Light
Cahaya yang berasal dari belakang pemain yang membuat bagian atas pemain menjadi lebih terang dibanding bagian lain, dengan demikian pemain seakan-akan tidak menempel dengan backdrop. Fresnell dan PAR Can Medium menjadi pilihannya.
- Side Light
Cahaya berasal dari damping yang berguna mencahayai sisi kiri atau kanan pemain. Cahaya ini amat dibutuhkan untuk karya tari utamanya balet karena banyak gerakan angkat kaki dan lompat.
- Cyclorama
Cahaya yang lembut dari atas (upper horizone) dan dari lantai panggung ( lower horizone) yang berfungsi memberikan cakrawala dan perubahan-perubahan suasana. Flood dan Striplight dengan berbagai variasinya menjadi pilihan.
Setelah melakukan riset atas kebutuhan artistik yang dikehendaki sutradara dan melakukan pendataan atas pentas yang akan digunakan untuk pertunjukan, mengamati latihan, mengukur lamanya perubahan dari satu adegan yang lain maka mulailah pekerjaan mendesain light plot. ( Denah panggung, lighting template, Vector Work, CorelDraw, CAD, Daslight dll)
Hasil Kerja penata cahaya (paper work) berupa:
Light Plot:
Berupa gambar penempatan posisi lampu, type, no channel/dimmer, warna dan arah lampu, jarak.
Hook Up Channel:
Berupa list yang memberi informasi no channel.
Instrument Schedule:
Berupa list yang memuat informasi penempatan dan type lampu.
Magic Sheet:
Berupa List yang memberi informasi kelompok warna, area dan no channel guna memudahkan ketika membuat Cue Sheet.
Cue Sheet:
Berupa list yang memuat daftar no channel, intensitas dan lamanya perubahan tiap tiap cue.
Pelaksanaan persiapan pementasan biasanya diatur jadwalnya ole Stage Manager (SM), biasanya urutannya adalah pemasangan set, penataan lampu dan penataan suara. Seringkali nyaris dilakukan bersamaan karena masa persiapan yang amat singkat. Tangan dingin dan keceriaan serta ketegasan SM akan membuat situasi ini menjadi mudah.
Tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh team tata cahaya setelah berkoordinasi dengan SM grup maupun SM dari gedung yng bersangkutan adalah sebagai berikut:
Instalasi:
Pekerjaan menggantung lampu sesuai type dan posisinya, memasang instalasi sesuai no chanell yang dikehendaki.
Trim:
Menempatkan posisi lampu (batten) pada ketinggian yang dikehendaki.
Channel List:
Mencek no channel apakah sudah sesuai dengan hook up.
Focusing:
Mengarahkan cahaya ke area yang dikehendaki sekaligus memasang filter lampu.
Plotting:
Menyusun lighting cue bersama dengan para pemain dan sutradara agar area, suasana, intesitas sesuai dengan kehendak sutradara. Pada proses ini seringkali terjadi proses diskusi yang amat seru sehingga memakan waktu yang lama.
Dry Rehearsal:
Latihan seluruh aspek teknik yang diperlukan dalam pertunjukan, pergantian set, perubahan lampu dan efek-efek suara dipandu oleh SM namun tanpa pemain. Seringkali disebut juga Technical Rehearsal.
Dress Rehearsal
Latihan lengkap seluruh aspek pemanggungan, pemain dengan make up dan busana lengkap dari awal hingga ahkir. Seringkali gladi ini dijual kepada publik dengan harga yang lebih murah dari hari pertunjukannya, juga untuk keluarga para pemain dan wartawan untuk melihat bagaimana respon penonton. Komando dilakukan oleh SM beserta para crew yang sudah terbagi sesuai tanggung jawab yang diberikan.
Show:
Hari Pertunjukan dipimpin oleh SM
Sutradara dan para perencana visual sudah meninggalkan pertunjukan untuk menuju pertunjukan yang baru.(www.kulilampu.com)

A y o B a n g k i t ! 1 0 C a r a J i t u M e r a i h K e h i d u p a n y a n g “ B e r t e n a g a ”

Banyak hal - hal positif yang anda masih dapat anda lakukan agar anda dapat menikmati
hidup dan tetap bersemangat di tengah-tengah kesibukan pekerjaan rutin anda. Angelina
Febe memberikan 10 tipsnya untuk anda.
1. Berikanlah lebih dari yang diminta
Jadilah orang yang selalu memberikan ‘lebih’ dalam apa saja yang Anda lakukan.
Jadikanlah ‘totalitas’ sebagai gaya hidup Anda karena kebiasaan membentuk karakter.
Berilah tanpa mengharap imbalan dan pujian.
2. Mengurangi ketegangan
Orang bijak bilang: “Suatu saat nanti kamu akan tertawa jika teringat akan hal ini.”
Kurangilah stress dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda pasti akan
berjalan lebih baik. Walaupun kondisi pada saat ini tidak mendukung Anda untuk
bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai
kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap tertawa.
3. Kuasailah kebiasaan Anda
Kebiasaan dapat membuat Anda menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pastikanlah untuk
memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri & hidup Anda. Lenyapkanlah
kebiasaan buruk yang merugikan.
4. Pilihlah lingkungan Anda
Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda? Kita semua
terbentuk oleh lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi
kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita anut. Jadi, siapa orang terdekat Anda?
Pastikan bahwa mereka mendukung Anda untuk maju. Hindari orang yang menghalangi
perkembangan dan mematikan semangat Anda.
5. Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai
Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita,
hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, Anda menjadi
lelah jiwa raga, dan bosan. Kembalikan semangat Anda dengan meluangkan waktu untuk
melakukan hobi Anda. Lakukanlah secara teratur.
6. Pecahkan masalah yang menghimpit Anda
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu,
masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas
masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang,
menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi
lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali
bersemangat!
7. Fokus! Fokus! Fokus!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus
pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk
melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai.
Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.
8. Sisihkan waktu untuk menyusun hidup Anda
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka.
Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal
ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin
menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi
manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup
Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!
9. Menjaga kesehatan jiwa & raga
Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang
berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga
kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan
untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan,
carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa
Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!
10. Berinvestasi pada otak & pikiran Anda
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka,
jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas
mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan
performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat
menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya,
mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi
lebih baik.
“The Motivation”
http://ebukindo.4rumer.Com/ 18
 

Blogger news

Blogroll

About