Pages

11/19/2010

Jenis kritik sastra

kritik sastra ada bermacam-macam, yang digolongkan menurut jenis bentukya, pelaksanaannya, atau praktik kritik, dan menurut dasar pendekatan kritik sastra terhadap karya sastra.
1. Menurut jenis bentuk kritik;
a. Kritik teori (theoretical Criticsm)
Ialah kritik yang berusaha untuk menetapkan atas dasar prinsip umum, seperangkat istilah yang tali temali, pembedaan-pembedaan, dan kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan dan interpretasi karya sastra taupun penerapan criteria (standard an norma) yang dengan itu karya dan pengarangnya dinilai.
b. Praktik kritik atau kritik terapan (practical criticsm) atau applied criticsm
Merupakan diskusi karya sastra tertentu dan penulisnya. Kritik praktik penerapan teori kritik yang dapat dinyatakan secara eksplisit atau implicit berdasarkan keperluannya. Misalnya, kepustakaan jawi karya poerbatjaraka, dll.
2. Menurut pelaksanaan;
Oleh Abrams, digolongkan menjadi kritik judicial dan kritik impresionistik.
Kritik judicial yaitu kritik yang mempertimbangkan, kritik yang berusaha menganalisa dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya,organisasi, teknik, dan gayanya, dan mendasarkan pertimbangan –pertimbangan individual kritikus atas dasar standar-standar umum tentang kehebatan atau keluarbiasaan sastra.
Kritik impresionistik berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam karya sastra , dan mengekspresikan tanggapan –tanggapan (impresi) kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Menurut T.S Elliot disebut kritik estetik, , kritikus menunjukkan kesan-kesannya terhdap seaut obyek, memberikan tafasirannya untuk mengagumkan pembaca, untuk menimbulkan kesan indah pembaca. Kritik ini menyerupai buku popular, dimana cerita, dan drama atau novel diceritakan kembali, motif pelakunya ditunjukkan, kritik ini hanya mempermudah orang yang baru belajar membaca karya sastra, menuru Elliot.
Menurut W.H. Hudson, menggolongkan menjadi kritik induktif dan kritik judicial.
Kritik induktif ialah kritik yang menguraikan bagian-bagian sastra berdasarkan fenomena yang ada secara obyektif.
Hudson menunjukkan ada 3 perbedaan pokok antara kedua macam kritik itu, pertama, kritik judicial mengakui adanya perbedaan tingkat anatar karya-karya sastra yang disebabkan susunan normanya berbeda, sedangkan induktif tak mengakui perbedaan tingkat antara karya-karya sastra yang ada perbedaan jenis. Kedua, judicial mengkaui adanya hokum sastra yang diletakkan diluar dirinya dari beklum ada sebelumnya. Hokum tersebut mengikat sastrawan dalam menciptakan karya sastra sedng induktif tak mengakui hokum yang dibuat manusia untuk menghakimi karya sastra. Hukum atau norma sastra seperti itu sama halnya dengan hokum alam sudah ada pada karya sastra, ketiga, kritik judicial bersandar pada standar yang tetap, sedang induktif menggunakan obyektifitas yang tidak menggunakan standar yang berasal dari luar dirinya.
3. Menurut pendekatannya terhadap karya sastra kritik sastra;
Ada empat tipe, apakah dalam menerangkan dan menimbang karya sastra kritik menghubungkannya dengan dunia luar, dengan pembaca, dengan pengarang ataupun karya sastra yang berdiri sendiri utuh.
a. Kritik mimetik, memandang karya sastra sebagai tiruan, pencerminan atau penggambaran dunia luar dan kehidupan manusia dan criteria utamanya ialah kebenaran penggambarannya terhadap obyek atua yang hendak digambarkan.
b. Kritik pragmatic, memandang karya sastra sebagai sesuatu yang disusun untuk mencapai efek tertentu pada pembaca, yang menimbang tingkat keberhasilannya dalam mencapai tujuannya. Efek estetik, pendidikan, moral, dsb.
c. Kritik ekspresif, menghubungkan karya dengan pengarang
d. Kritik obyektif

(Oleh : A.Maghfur)

ምንም አስተያየቶች የሉም:

አስተያየት ይለጥፉ

 

Blogger news

Blogroll

About