Banyak cara yang bisa kita lakukan antara lain adalah terus berlatih dan berlatih, mungkin itu adalah salah satu kunci untuk mencapai apa yang kita inginkan. Ternyata seorang komedian selain dibekali dengan postur atau gestur yang mendukung seorang komedian juga harus membangun beberapa kemampuan yang disitu tidak akan mencul dengan sendirinya atau dengan begitu saja, tentu saja dengan melalui seuah proses yang tak mudah dan sebentar. Ada beberapa poin yang mungkin bisa kita latih dan kita munculkan untuk membekali diri kita untuk menjadi seorang komedian..
1. Mimik dan ekspresi
2. Image komedi
3. Memunculkan sesuatu yang baru dan segar
4. Tidak memaksakan sebuah joke
5. Di asah dengan sering bergurau dengan orang disekitar kita
Kurang lebihnya mungkin akan kita kaji lebih jauh tentang bagaimana untuk menjadi seorang komedian yang jenius dan natural. Seorang aktor tidak membutuhkan sebuah pujian atau sanjungan, seorang aktor haruslah memiliki ketulusan hati dan kerelaan untuk melakukan sebuah adegan yang di instruksikan oleh seorang sutradara dan melakukan apa saja yang menjadi tugasnya. Apapun yang terjadi di atas panggung adalah tanggung jawab dari aktor yang harus dipertanggung jawabkan pada seorang sutradara, bukankah begitu?bukan..baiklah kalau bukan berarti saya masih harus belajar..kita lanjutkan..dalam setiap gerak dan aksinya seorang aktor harus mampu memberikan alasan atau sering disebut dengan motivasi, sehingga dengan begitu setiap gerak dan aksinya tidak menimbulkan tanda tanya atau memperlihatkan bahwasanya sang aktor kebingungan untuk bergerak dan menguasai panggung. Seorang aktor haruslah memiliki motivasi dan sadar bahwasannya apa yang dilakukannya di atas panggung adalah sebuah gambaran apa yang sesunggunhnya terjadi dan dialami oleh seseorang yang ada dalam naskah atau cerita. Tujuan seorang aktor adalah menterjemahkan atau mengilustrasikan sebuah cerita atau naskah yang nantinya dapat dinikmati oleh penonton atau orang lain, maka dari itu ketulusan dan totalitas yang sangat tinggi sangat dibutuhkan oleh seorang aktor, dimana pada saat dia memerankan sebuah peran dia merelakan untuk melepas atau menenggelamkan dirinya dan memunculkan perannya. Saya tidak akan bertanya bukankah begitu, tapi saya menggunakan tidak begitu?tidak..ech ternyata sama saja..oke kita lanjutkan..
Dalam sebuah pementasan seorang aktor akan melalui beberapa proses yang bisa dikatakan berat atau susah, tapi mungkin akan menjadi mudah bagi siapa saja yang mempunyai keinginan yang kuat dan usaha yang keras. Seperti ketika mengangkat beban yang berat, anggap saja kita disuruh mengangkat beban 50 kg, secara logika kita akan mengangkat beban yang mungkin beratnya sama dengan berat tubuh kita, dan kalo hanya dibayangkan dan menjadi angan-angan maka kita tidak akan dapat mengangkatnya karena kita sudah terbebani dengan imajinasi dan bayangan-bayangan yang tidak menguatkan kita atau mendorong kita untuk melakukannya, tapi secara tidak sadar kita sudah melemahkan diri kita dengan berpikiran seperti itu..bagaimana kita dapat mengangkatnya?ada yang tahu?make tangan?bukan caranya..tapi bagaimana kita untuk memiliki keinginan untuk megangkatnya..dari keinginan dan usaha tersebut secara otomatis otak kita akan bekerja dengan sendirinya untuk mencari bagaimana cara mengangkatnya..terlalu melebar sampai-sampai kita membicarakan tentang motivasi seperti ditv-tv itu loh..oke kembali ke proses yang harus dilaui seorang aktor, sebagai seorang aktor kita dituntut untuk cerdas dan mencari sekecil-kecil kemungkinan untuk mendukung akting kita di atas panggung. Seperti dengan melatih gestur, mimik, vocal, konsentrasi, gerak dan masih banyak yang laennya. Dalam hal ini seorang aktor harus pandai-pandai memilah-milah dan cerdik untuk mentransfer apa yang telah didapatkannya dari 9 dasar materi keaktoran yang telah didapatkan. Seorang aktor haruslah total dalam berakting dan tidak ragu-ragu dalam melakukan apa saja diatas panggung dengan catatan tidak merusak atau memporak porandakan setting panggung tanpa seizin sutradara..
Ada beberapa kesulitan yang sering dialami oleh seorang aktor antara lain :
1. Pemasukan Peran
2. Gerak
3. Vocal
4. Gestur
5. Totalitas
Dari kesulitan-kesulitan diatas atau kendala diatas aktor dapat menyikapinya dengan banyak-banyak berlatih, saya jadi teringat motto sebuah organisasi yang sangat luar biasa (bukan M150 ya?)..mottonya Tak ada Seniman Terlatih tetapi Berlatih..ya mungkin kita harus mencontoh dan menancapkan Motto itu ke diri kita agar dapat menjadi seorang aktor yang baik, jujur, tidak sombong dan rajin menabung..dan mungkin yang paling sulit adalah pengaplikasian hasil latihan dan 9 dasar materi akting tersebut, disini seorang aktor dituntut untuk cerdas dan berlatih secara keras..
Itu adalah beberapa kesulitan yang akan dihadapi oleh seorang aktor, selain kesulitan aktor juga memiliki beberapa penyakit yang dapat menyerang kapan saja, dimana saja dan siapa saja (biukan seorang aktor saja yang diserang), tapi juga orang biasa atau manusia..
ደንበኛ ይሁኑ ለ፡
አስተያየቶች ለጥፍ (Atom)
ምንም አስተያየቶች የሉም:
አስተያየት ይለጥፉ